Bersembunyi di Ponpes Shiddiqiyyah, DPO Pencabulan Mas Bechi Belum Ditemukan

- Editor

Kamis, 7 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Saya mengimbau kepada keluarga MSAT (Bechi), tolong polisi dibantu, kami sudah banyak membantu dan kami sudah humanis dalam upaya penegakan hukum ini. Proses ini sudah panjang. Polisi sudah menangani dua kali praperadilan waktu itu, kemudian P19 tiga kali, kemudian 4 kali koordinasi dengan kejaksaan.”

Pelopor.id – Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi , DPO kasus pencabulan yang sebelumnya ramai dibicarakan lantaran kerap mangkir dari panggilan polisi, dikabarkan bersembunyi di Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso, Jombang. Bechi adalah anak Kiai Muhammad Mukhtar Mukthi, pengasuh ponpes tersebut. Sang Kiai yang sudah sepuh ini, kerap pasang badan melindungi anak laki-lakinya yang berusia 42 tahun itu.

Namun, polisi yang telah mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur sejak Kamis, (07/07/2022) pagi untuk menjemput paksa DPO Cabul, Bechi belum juga berhasil menangkapnya. “Sampai saat ini kami terus berupaya untuk mencari keberadaan MSAT,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, Kamis (07/07/2022).

Dirmanto menjelaskan, Polisi masih berfokus mencari tersangka ke seluruh penjuru pesantren. Ia diduga bersembunyi di sebuah tempat. “Kami masih berfokus menggeledah ke wilayah di dalam pesantren, karena banyak ruangan kosong dan tersembunyi banyak, sehingga terus melakukan penggeledahan di ruangan-ruangan itu,” ungkapnya.

Dirmanto mengimbau agar pihak keluarga Bechi mau menyerahkan DPO kasus pencabulan Santriwati tersebut dengan segera. Sebab selama ini, polisi sudah menempuh cara-cara persuasif.

“Saya mengimbau kepada keluarga MSAT (Bechi), tolong polisi dibantu, kami sudah banyak membantu dan kami sudah humanis dalam upaya penegakan hukum ini. Proses ini sudah panjang. Polisi sudah menangani dua kali praperadilan waktu itu, kemudian P19 tiga kali, kemudian 4 kali koordinasi dengan kejaksaan,” tegasnya.

Hingga kini, ratusan Brimob Polda Jatim dan Polres Jombang masih terus berjaga di Pesantren Shiddiqiyyah. Namun keberadaan Benchi yang diduga bersembunyi di dalam pesantren tersebut, belum juga ditemukan.

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi , DPO kasus pencabulan Santriwati. (Foto: Pelopor.id/Ist)
Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi , DPO kasus pencabulan Santriwati, anak Kiai Muhammad Mukhtar Mukthi, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso, Jombang. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Kronologi 

Bechi dilaporkan ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019 dengan nomor pengaduan LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG atas dugaan mencabuli NA mantan santriwati. Empat korban lain juga ikut memberikan keterangan terkait pencabulan itu. Kasus ini, kemudian diambil alih Polda Jatim hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah tiga tahun, berkas penyidikan Bechi akhirnya dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, 4 Januari 2022. Polda Jatim berupaya secepat mungkin melakukan tahap dua atau melimpahkan tersangka dan barang bukti perkara tersebut ke jaksa penuntut umum. Bachi mangkir tiga kali panggilan Polda Jatim. Ia pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 13 Januari 2022.

Baca Juga :   Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Nataru

Bechi sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Permohonan itu ditolak karena kurangnya pihak termohon, pada 16 Desember 2021. Penetapan tersangka MSAT dilakukan di Polres Jombang, sedangkan yang digugat dalam praperadilan tersebut Polda dan Kejati Jatim.

Bechi kembali mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jombang, dan ditolak. Proses penangkapan Bechi tak semudah membalikkan telapak tangan. Polisi dibantu TNI mendatangi Ponpes Shiddiqiyyah. Akhirnya, Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat harus turun seorang diri sebagai negosiator.

Tanpa pengawalan anak buahnya, Nurhidayat menghadap ayah Bechi untuk melakukan negosiasi. Dia mengira negosiasi akan dilakukan di dalam ruangan. Namun ternyata, dia dihadapkan oleh ratusan jemaah. Negosiasi gagal, pada Minggu 3 Juli 2022. Akhirnya, hari Kamis 7 Juli 2022 ini, ratusan pasukan Brimob mengepung Ponpes Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, untuk menangkap Bechi. []

Baca Juga :   Google Suntik Dana US$ 1 Miliar ke Operator Seluler Terbesar Kedua di India

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sidang Lanjutan Sengketa Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Hadirkan Ahli Fakultas Hukum UI
Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Kasus Sengketa Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Masih Bergulir di Pengadilan, Begini Kronologi Awalnya
Sidang Gugatan Warga Ruko Marinatama dengan Pengelola Kembali Digelar, Siap Datangkan Saksi Ahli
Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua dengan Pengelola, Kuasa Hukum Harapkan Mediasi Dengan Kemenhan
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Poster Terbaru Film Na Willa Tampilkan Dunia Imajinasi Anak

Senin, 2 Maret 2026 - 00:33 WIB

Crunchyroll Umumkan Serial (OSHI NO KO) Season 2 Tayang Musim Semi 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:43 WIB

Pedangdut Nisa Farella Kembali Berkarya dengan Single Legowo

Senin, 16 Februari 2026 - 21:58 WIB

Natasha Pramudita Buktikan Relevansi Karier Bermusiknya Melalui Single Mendadak Dangdut

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Berita Terbaru