Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’

- Editor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis nasional dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. (Foto: Humas Kementan)

Aktivis nasional dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. (Foto: Humas Kementan)

Jakarta – Bahaya praktik ekonomi rakus atau Serakah-nomics yang dinilai telah mencengkram sektor-sektor vital kembali digaungkan oleh aktivis nasional dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Menurutnya, akar carut-marut tata kelola perekonomian adalah hilangnya ruang usaha kelompok kecil yang tak terlepas dari menguatnya budaya ekonomi serakah yang mengorbankan rakyat oleh para pelaku besar.

“Presiden Prabowo sudah menyuarakan suatu istilah yang harusnya mahasiswa dan kita semua mengejar ini namanya Serakah-nomics. Ini sebenarnya pernyataan yang mengundang kita semua.” tuturnya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Said menegaskan bahwa mahasiswa dan kampus seharusnya menjadi kekuatan moral untuk menagih komitmen pemberantasan praktik ekonomi rakus ini. Selain itu, serakahnomics membuat oligarki mampu membeli apa saja: partai, hukum, bahkan ruang demokrasi.

“Karena dengan dia menguasai ekonomi, maka dia mau membeli ketua partai politik, dia membeli aparat hukum, dia membeli semua. Untung masih ada kampus yang tidak dibeli,” tandas Said.

Said juga mengatakan, pemberantasan Serakahnomics merupakan agenda yang menurutnya sejalan dengan langkah tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam membongkar permainan harga dan manipulasi pangan.

PPM-PIN UIN Raden Mas Said dan BPJPH Review Buku Saku Halal

Adapun menurut Mentan Amran, praktik Serakahnomics di sektor pangan membuat ribuan penggilingan kecil mati perlahan karena tidak bisa mengakses bahan baku. Dalam hal ini para pemain besar sengaja membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit di atas harga pasar.

Namun, hal itu bukan untuk membantu petani, tetapi untuk menyapu habis semua pasokan sehingga pelaku kecil tidak memiliki ruang bertahan. Pola tersebut sudah berlangsung lama namun baru hari ini pemerintah mulai membongkarnya karena Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada keadilan ekonomi.

“Ini adalah lama, sudah lama yang tumbuh di Indonesia. Tetapi mungkin baru saatnya hari ini kita membongkar dan berpihak pada rakyat kecil,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mentan Syahrul: PMK Tidak Beresiko Bagi Kesehatan Manusia Namun Perlu Cepat Ditanggulangi

Bahkan sebelumnya Mentan Amran mengungkapkan temuan mengejutkan terkait manipulasi kualitas beras premium yang beredar di pasaran yang merupakan salah satu indikator serakahnomics di bidang perberasan.

Kala itu menyebut ada produk beras bermerek yang mengaku premium, tapi setelah diuji ternyata memiliki tingkat patahan (menir) hingga 59 persen, jauh dari standar maksimum 14 persen untuk kualitas premium.

“Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, dikemas bahwa ini adalah premium,” tandas Mentan Amran.

Baca Juga :   Muhadjir Effendy: Target Transformasi Kesehatan Primer, Tak Satupun Rakyat Tak Terlayani

Manipulasi tersebut dipandang sebagai contoh nyata praktik Serakahnomics, mengambil keuntungan semaksimal mungkin dengan menipu konsumen dan merusak pasar. Selain itu, Mentan Amran juga menyinggung bahwa pelaku besar menikmati manfaat dari skema yang sejatinya ditujukan untuk rakyat kecil, termasuk subsidi tertentu di sektor pangan. Ia menilai sistem pangan nasional perlu dibenahi total agar kelompok kecil tidak terus menjadi korban.

“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan,” tegasnya.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa
Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Cheerleading World Championships (CWC) XII

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB