Polri Ungkap Komplotan Judi dan Pornografi Online Beromzet Rp 4,5 M

0
Polri Ungkap Komplotan Judi dan Pornografi Online Beromzet Rp 4,5 Miliar (Foto: Pelopor/Tribratanews)

Pelopor.id | Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap tindak kejahatan perjudian dan pornografi daring (online) yang dilakukan komplotan dengan jaringan tersebar di Indonesia. Komplotan tersebut melakukan aksinya melalui aplikasi bernama 19love.me yang memiliki dua konten, yaitu konten perjudian dan konten pornografi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono pada Selasa (26/10/2021) mengatakan, “Dalam pengungkapan ini, penyidik Dittipidum Bareskrim Polri telah menangkap empat orang.”

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian menjelaskan, para pelaku perjudian dan pornografi online ini memiliki jaringan hampir di seluruh Indonesia. Namun, server mereka terlacak berada di Filipina.

“Servernya berada di luar negeri menggunakan domain berubah-ubah untuk pengaburan sehingga sulit dideteksi. Mereka berkomunikasi dengan user (pengguna) di Indonesia lewat WhatsApp, server berada di Filipina,” ujar Brigjen Pol Andi.

Baca juga: Polri Tangkap Bos Pinjol Ilegal yang Teror Warga Hingga Bunuh Diri

Empat tersangka diamankan di wilayah Pekanbaru Riau dan Bandung. Mereka adalah PES (34), E (26), yang berperan sebagai pembuat rekening deposito dan pencari host wanita (penjaja seks). Kemudian CW (34) dan FC (25), yang berperan merekrut host wanita pengisi konten pornografi.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 27 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo. Pasal 3, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Komplotan judi dan pornografi online ini beroperasi selama 3 bulan. Mereka mewajibkan para pengguna aplikasi mendaftar untuk mengakses konten-konten tersebut, setiap pengguna membayar (deposit) minimal Rp 36 ribu dan maksimal Rp30 juta.

Omzet kotor dari kegiatan itu bisa mencapai Rp 4,5 miliar per bulan. Keuntungan bersih setelah dipotong biaya operasional per bulan ada penyusutan. “Khusus untuk menggaji host dan pemain itu antara Rp 2,5 miliar – Rp 3 miliar per bulan,” ucap Brigjen Pol Andi.

Sampai saat ini polisi masih mencari bukti dan saksi lain, termasuk kemungkinan tersangka lainnya. []