Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

- Editor

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi salah satu fokus utama Bank Jakarta dalam strategi pengembangan digitalisasi perbankan. (Foto: Istimewa)

Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi salah satu fokus utama Bank Jakarta dalam strategi pengembangan digitalisasi perbankan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pengembangan digitalisasi perbankan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan sistem operasional, identifikasi, hingga infrastruktur digital tetap relevan dan mampu menghadapi meningkatnya ancaman serangan siber.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan pengembangan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan di daerah, tetapi juga memperkuat berbagai aspek pendukung, termasuk sistem transportasi data, identifikasi, serta perlindungan terhadap risiko kemanan siber.

“Ke depan, penguatan terhadap keamanan siber dan berbagai aspek keamanan digital akan menjadi bagian dari langkah yang akan kami jalankan berikutnya,” ujarnya usai bincang-bincang “Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market”, Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Agus, transformasi yang dilakukan perseroan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis semata. Perusahaan juga tengah membangun bidang dan fungsi baru yang secara khusus menangani aspek keamanan digital sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin terdigitalisasi.

Ia menjelaskan hal ini sebagai respons atas berbagai persoalan yang muncul dalam perkembangan teknologi informasi. Dengan adanya fungsi yang lebih khusus, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan mitigasi risiko sekaligus memperkuat tata kelola keamanan sistem.

“Jadi tidak sekadar pengembangan bisnis, tetapi juga memastikan kami memiliki bidang yang mampu mengantisipasi berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan keamanan siber,” kata Agus.

Optimalisasi keamanan siber menjadi salah satu agenda penting industri perbankan seiring meningkatnya digitalisasi layanan keuangan.

Selain menjaga kelancaran operasional, investasi pada sistem keamanan juga diperlukan untuk melindungi data nasabah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Baca Juga :   Summarecon Gandeng Sumitomo Forestry Kembangkan Hunian Mewah di Makassar

Sebelumnya, industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Namun, perubahan lanskap bisnis dan perilaku pasar membuat pelaku industri harus melakukan transformasi agar tetap relevan dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Agus mengatakan secara fundamental kondisi perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang baik.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih positif, permodalan yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang relatif rendah.

“Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,” kata Agus dalam bincang-bincang “Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market”, Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, industri perbankan menghadapi berbagai dinamika yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik global hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional.

Kondisi tersebut membuat bank tidak lagi dapat menjalankan strategi bisnis secara business as usual.

Agus menambahkan, adanya tekanan terhadap biaya dana atau cost of fund perbankan.

Menurut dia, bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat menyentuh level 11,5 persen, yang menjadi sinyal meningkatnya biaya penghimpunan dana bagi industri perbankan.

Menghadapi perubahan tersebut, Bank Jakarta menjalankan transformasi di berbagai aspek bisnis. Transformasi dilakukan mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, manajemen risiko hingga budaya kerja perusahaan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gestone Villa & Resto Batu Karas Lestarikan Tradisi Hajat Laut Pangandaran
Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi
Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pengembangan digitalisasi perbankan oleh Bank Jakarta.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Senin, 6 Juli 2026 - 13:29 WIB

Arika Panggabean Kemas Pesan Hangat di Single Sahabat Selamanya

Berita Terbaru