Pelopor.id – Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya membuka opsi penerapan ganjil genap pada 25 ruas jalan di ibu kota. Adapun saat ini, penerapan ganjil-genap telah diterapkan di 13 ruas jalan.
“Memang ada opsi itu. Kembali lagi, kami bersama polda dan kodam akan melakukan pembahasan intens untuk melihat tren volume lalin pada 12 ruas jalan lainnya, karena di 13 ruas jalan situasinya cukup lancar pada pemberlakuan,” tutur Syafrin Senin,(8/11/2021).
Syafrin menyebut, soal perluasan ganjil genap menjadi sebanyak 25 ruas jalan itu mengacu pada Pergub no 88 tahun 2019. Selain itu, Pihaknya mempertimbangkan tren kasus positif Covid-19 di Jakarta dan kapasitas angkutan umum yang ada.
Baca juga :
- Mulai Senin 25 Oktober, Ganjil Genap Jakarta Diperluas Jadi 13 Titik
- Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Dua Sesi, Pagi dan Sore
- Polda Metro Jaya Wacanakan Tambah Ruas Ganjil Genap
Sebab menurutnya, jika diberlakukan ganjil-genap, ada potensi masyarakat berpindah ke angkutan umum. Ada beberapa kondisi yang jadi perluasan sistem ganjil genap, salah satunya tingkat kemacetan di Jakarta yang menyentuh 40 persen.
“Kita memperhatikan dari sisi kapasitas angkutan umum yang ada, itu masih memadai jika terjadi shifting dari 12 ruas jalan yang saat ini masih tidak memberlakukan gage, pada saat diberlakukan gage, apakah kapasitas angkutan umum yang berada di 12 ruas mampu menampung jumlah penumpang yang akan berpindah ke angkutan umum,” tegasnya. []












