Moderna Menggugat Pfizer dengan Tuduhan Pelanggaran Paten

- Editor

Sabtu, 27 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin Moderna. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/mufidpwt)

Vaksin Moderna. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/mufidpwt)

Pelopor.id | Jakarta – Moderna menggugat Pfizer dan mitra Jermannya BioNTech atas pelanggaran paten dalam pengembangan vaksin Covid-19 pertama yang disetujui di Amerika Serikat (AS). Gugatan terus diajukan di Pengadilan Distrik AS di Massachusetts dan Pengadilan Regional Dusseldorf di Jerman.

“Kami mengajukan tuntutan hukum ini untuk melindungi platform teknologi mRNA inovatif yang kami rintis, menginvestasikan miliaran dolar dalam pembuatan, dan dipatenkan selama dekade sebelum pandemi Covid-19,” kata Kepala Eksekutif Moderna Stephane Bancel dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.

Moderna Inc sendiri, dan kemitraan Pfizer Inc dan BioNTech SE adalah dua dari kelompok pertama yang mengembangkan vaksin untuk virus corona baru.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 terlebih dahulu kepada Pfizer/BioNTech pada Desember 2020, kemudian satu minggu kemudian kepada Moderna.

Vaksin Covid Moderna yang merupakan satu-satunya produk komersialnya, telah menghasilkan pendapatan USD 10,4 miliar tahun ini, sementara vaksin Pfizer menghasilkan sekitar USD 22 miliar.

Moderna menuduh bahwa Pfizer/BioNTech, tanpa izin, menyalin teknologi mRNA yang telah dipatenkan Moderna antara 2010 dan 2016, jauh sebelum Covid-19 muncul pada 2019 dan meledak menjadi kesadaran global pada awal 2020.

Di awal pandemi, Moderna mengatakan tidak akan memberlakukan paten Covid-19 untuk membantu orang lain mengembangkan vaksin mereka sendiri, terutama untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Namun pada Maret 2022, Moderna mengatakan pihaknya mengharapkan perusahaan seperti Pfizer dan BioNTech untuk menghormati hak kekayaan intelektualnya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Produksi Boeing Terhambat Rantai Pasokan, Maskapai Frustrasi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB