Produksi Boeing Terhambat Rantai Pasokan, Maskapai Frustrasi

- Editor

Senin, 6 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat Boeing 747. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/tommyolsson)

Ilustrasi pesawat Boeing 747. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/tommyolsson)

Jakarta | Hambatan rantai pasokan menyebabkan Boeing Co. baru-baru ini menghentikan produksi pesawat 737 MAX selama sekitar 10 hari, sehingga mempersulit kemampuan mereka memenuhi permintaan maskapai untuk pesawat baru.

Masalah Boeing dengan pengiriman jet berbadan sempit baru telah membuat frustrasi pelanggan, seperti Ryanair Holdings PLC, lantaran operator berusaha memanfaatkan lonjakan permintaan perjalanan udara, dan menghambat upaya produsen pesawat menghasilkan uang tunai untuk membayar utang.

Analis memprediksi, Boeing akan menghabiskan sekitar USD 3,6 miliar tunai selama semester pertama tahun ini, meskipun perusahaan memperkirakan dapat memiliki arus kas positif untuk tahun ini.

Prospek itu sebagian besar bergantung pada jumlah pengiriman MAX dan dimulainya kembali 787 pengiriman Dreamliner.

Chief Executive Officer (CEO) David Calhoun mengatakan, kendala pasokan telah membuat Boeing tidak dapat meningkatkan produksi dan mengirimkan lebih banyak 737.

“Ini pasar yang relatif panas. Saat ini, permintaan jauh lebih baik daripada pasokan,” katanya seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Output pabrik Boeing 737 telah meleset jauh dari target tingkat produksi 31 unit per bulan, dengan pabrikan mencetak 26 jet baru pada bulan Maret, dan 21 unit pada bulan April, menurut perkiraan oleh Ascend oleh Cirium.

Boeing dan rivalnya, Airbus SE yang merupakan produsen pesawat asal Eropa, akan merilis nomor pengiriman Mei pada akhir bulan ini. Sementara para analis memperkirakan, pengiriman jet keluarga A320neo dari Airbus juga tidak mencapai target produksi bulanan sekitar 50 unit. Airbus tercatat memproduksi jet masih lebih banyak daripada Boeing.

Kedua perusahaan sedang berjuang dengan masalah rantai pasokan, namun Boeing telah mengirimkan lebih sedikit pesawat daripada Airbus, karena lalu lintas maskapai pulih dari posisi terendah yang disebabkan pandemi.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Penjualan Ritel Tiongkok Anjlok ke Level Terendah Sejak Pandemi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:38 WIB

Latihan Pestapora 2026 Malaysia Hadirkan Pamungkas dan Sheila On 7

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB