Manfaat Sunat Bagi Kesehatan dari Sisi Medis

- Editor

Minggu, 10 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sunatan Masal. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Ilustrasi Sunatan Masal. (Foto:Pelopor.id/Ist)

“Anda tidak perlu khawatir bila ingin disunat, karena prosedur ini tidak akan mempengaruhi kesuburan atau mengurangi kenikmatan Anda saat berhubungan seksual.”

Pelopor.id | Jakarta – Manfaat sunat bagi kesehatan tidaklah sedikit. Sunat, antara lain dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih. Sunat sendiri adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi.

“Anda tidak perlu khawatir bila ingin disunat, karena prosedur ini tidak akan mempengaruhi kesuburan atau mengurangi kenikmatan Anda saat berhubungan seksual,” tutur dr. Handri Irawan, MMRS melalui akun Twitternya @drhandri dikutip Minggu, (10/07/2022).

Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar umur 6 sampai 10 tahun. Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga risiko, tingkat kerumitan, dan lamanya proses penyembuhan.

dr. Handri Irawan, MMRS. (Foto:Pelopor.id/Twitter@drhandri)
dr. Handri Irawan, MMRS. (Foto:Pelopor.id/Twitter@drhandri)

Dilihat dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda menjalani prosedur sunat atau khitan, antara lain:

1. Mengurangi risiko terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis.
2. Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis.
3. Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal.
4. Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan.
5. Membuat kesehatan penis lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan.

Baca Juga :   Pemerintah Kota Yogyakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-18 Tahun

Setelah disunat, penis umumnya akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh. Sedangkan luka sunat pada anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk sembuh.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan bagi orang yang baru disunat agar luka bisa cepat sembuh, yaitu:
1. Gunakan celana yang longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis.
2. Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat kelamin untuk menghindari infeksi.
3. Boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, tetapi hindari mandi dengan cara berendam.
4. Konsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah sunat.
5. Hindari aktivitas atau olahraga berat, misalnya bersepeda, latihan beban, atau jogging. Untuk anak yang baru disunat, pastikan ia tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih dahulu.
6. Pria dewasa yang melakukan sunat tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual selama sekitar 4 sampai 6 minggu atau hingga luka sunat sembuh sepenuhnya.

Sunat

Sementara risiko sunat yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
1. Perdarahan, terutama pada pria yang memiliki gangguan pembekuan darah
2. Infeksi
3. Gangguan saluran kemih
4. Kulit kulup mungkin terpotong terlalu pendek atau terlalu panjang
5. Sisa kulup dapat menempel kembali ke ujung penis

Baca Juga :   Satgas Yogya Akan Menambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Segera menemui dokter atau pergi ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat jika Anda mengalami hal-hal berikut setelah disunat:

1. Perdarahan sulit berhenti
2. Keluar cairan bernanah atau berbau busuk dari ujung penis
3. Proses buang air kecil masih terganggu hingga beberapa minggu setelah disunat
4. Penis masih terlihat bengkak 2 minggu setelah disunat
5. Demam

Demikian, semoga bermanfaat. []

Baca Juga :   Cara Membedakan Rhinitis dan Sinusitis
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB