Amerika Serikat Alami Tingkat Inflasi Tertinggi Sejak 1981

- Editor

Senin, 13 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Jakarta | Tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) mengarah ke kenaikan tahunan terbesar sejak 1981. Ini menunjukkan bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dapat meningkatkan kebijakan kenaikan bunga sebesar 50 basis poin hingga September untuk mengatasi inflasi.

Data Departemen Tenaga Kerja AS pada pekan lalu yang melaporkan kenaikan inflasi juga menunjukkan lonjakan sewa terbesar sejak 1990. Tak hanya itu, harga makanan pun ikut naik, bahkan lonjakan harga bensin mencapai rekor tertinggi. Meluasnya tekanan harga akhirnya memaksa warga AS mengubah kebiasaan belanja mereka.

Tak hanya itu, inflasi yang tinggi juga menimbulkan risiko politik bagi Presiden AS Joe Biden dan Partai Demokratnya dalam pemilihan paruh waktu pada November nanti. Sebuah survei menunjukkan bahwa sentimen konsumen mencapai rekor terendah pada awal Juni.

“The Fed sekarang percaya itu berada di belakang kurva inflasi dan harus bertindak lebih tegas. Stagflasi adalah skenario yang paling mungkin untuk beberapa tahun ke depan, dengan potensi resesi meningkat,” kata profesor keuangan dan ekonomi di Loyola Marymount University Sung Won Sohn, seperti dikutip dari Reuters.

Data Reuters menunjukkan, harga bensin di AS melonjak 4,1% setelah sebelumnya turun 6,1% pada April. Menurut data AAA, harga bensin hampir menyentuh USD 5 per galon pada Jumat.

Selain itu, harga pangan naik 1,2%, dengan biaya makanan yang dikonsumsi dalam rumah tangga meningkat 1,4%, menandai kenaikan kelima berturut-turut setidaknya 1,0%. Kenaikan paling besar terjadi pada harga susu dan produk terkait sejak Juli 2007. Harga pangan melonjak terutama setelah perang Rusia-Ukraina.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   AS Masukkan Tencent dan Alibaba ke Daftar Hitam Pemalsuan Merek

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB