Pelopor.id – Pemerintah Australia, resmi mendaftarkan Koala sebagai spesies yang terancam punah di tiga negara bagian Pantai. Pendaftaran ini, untuk memastikan perlindungan tambahan dari pemerintah terhadap populasi Koala yang mengalami penurunan jumlah yang sangat dramatis.
Koala, merupakan salah satu hewan berkantung yang dulu berkembang pesat dan telah dirusak oleh pembukaan lahan, kebakaran hutan, kekeringan, penyakit, dan ancaman lainnya. Pemerintah setempat mengatakan, daftar itu berlaku untuk wilayah Queensland, New South Wales dan Wilayah Ibu Kota Australia (ACT).
Mamalia yang memiliki sidik jari ini, dikatakan berasal dari bahasa Australia pribumi yang berarti “tidak minum”. Namun sebenarnya, Koala minum air tetapi sangat jarang lantaran makanannya, daun ekaliptus, sudah mengandung cukup air sehingga koala tidak perlu turun dari pohon untuk minum.
Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley mengumumkan Koala akan ditetapkan sebagai spesies yang terancam punah berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati (EPBC Act) 1999.
“Kami mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi koala, bekerja dengan para ilmuwan, peneliti medis, dokter hewan, masyarakat, negara bagian, pemerintah daerah dan pemilik tradisional,” tutur Ley.

Para Pejabat sedang merancang rencana pemulihan dan pengembangan lahan saat ini akan dinilai dampaknya terhadap spesies tersebut. Sebelumnya, penyelidikan New South Wales pada 2021, menemukan bahwa koala akan punah di sana pada tahun 2050 kecuali ada tindakan sesegera mungkin.
Kebakaran hutan “Black Summer” pada 2019-2020, diperkirakan telah menewaskan 5 ribu koala dan memengaruhi 24 persen habitatnya hanya di New South Wales. Sedangkan Kelompok konservasi koala terbesar di Australia mengatakan, saat ini mungkin hanya ada 50 ribu Koala yang tersisa di alam liar.
- Australia Mau Terima Seluruh WNA, Asalkan Sudah Vaksin Covid
- Northstar Akuisisi Tambang Batubara Downer Asal Australia
“Koala telah berubah dari tidak terdaftar menjadi rentan menjadi terancam punah dalam satu dekade. Itu adalah penurunan yang sangat cepat. Keputusan hari ini disambut baik, tetapi itu tidak akan menghentikan koala jatuh menuju kepunahan kecuali jika tidak disertai undang-undang yang lebih kuat dan insentif pemilik lahan untuk melindungi rumah hutan mereka,” ungkap ilmuwan konservasi Stuart Blanch dari WWF-Australia.
Para ilmuwan juga memperingatkan, perubahan iklim akan memperburuk kebakaran hutan dan kekeringan, dan mengurangi kualitas makanan Koala, yakni daun kayu putih. Menurut kelompok konservasi, Koala juga bisa ditemukan di Australia Selatan dan Victoria namun jumlahnya menurun. []












