Freedom Day, Lockdown Nasional Inggris Resmi Berakhir

- Editor

Selasa, 20 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pencabutan lockdown di Inggris. (Foto: Pelopor/Dylan Martinez//Reuters)

Ilustrasi pencabutan lockdown di Inggris. (Foto: Pelopor/Dylan Martinez//Reuters)

Pelopor.id | Jakarta – Pemerintah Inggris, resmi mengakhiri lockdown nasional di negara tersebut pada Senin, 19 Juli 2021 waktu setempat. Tak hanya itu, seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Kini, di negara Ratu Elizabeth itu tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris pun menyebutnya sebagai hari kebabasan alias Freedom Day.

Kini, penduduk Inggris bisa beraktivitas seperti sedia kala ketika tidak ada pandemi. Restoran, klub malam dan semua tempat umum dibuka seperti biasa serta tidak ada lagi batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown ini, dilakukan saat angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana.’’

Jumlah penularan hariannya saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Salah satu penyebab lonjakan adalah Varian Delta asal India. Terkait hal ini, pakar kesehatan berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berakibat fatal dan akan menyebabkan gelombang masif penularan baru. Peringatan ini, sudah disampaikan jauh hari sebelumnya, namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson teguh dengan keputusannya.

’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,’’ ucap Johnson.

Angka penularan harian, diprediksi bisa mencapai 100 ribu kasus atau bahkan dua kali lipatnya menurut Profesor Neil Ferguson yang memantau strategi lockdown di Inggris. Dari jumlah tersebut, yang dirawat di rumah sakit bisa mencapai 2 ribu orang per hari.

Baca Juga :   Pengadilan Junta Myanmar Tunda Putusan Sidang Korupsi Suu Kyi

Angka ini akan membuat sistem kesehatan di Inggris kewalahan. Hal yang sama juga dilontarkan oleh Pakar Kesehatan Masyarakat di University of Bristol Gabriel Scally.

’’Ini adalah kekosongan moral dan kebodohan epidemiologis,’’ sebiutnya dikutip dari The Guardian Selasa, 20 Juli 2021.

Adapun Inggris merupakan salah satu negara dengan angka vaksinasi tertinggi di dunia. Jelang pencabutan lockdown, negara ini menawarkan vaksinasi gratis untuk semua penduduk usia dewasa.  tetapi para pakar menilai vaksin saja tidak cukup. Sebab itu hanya menghindari keparahan jika tertular dan tetap akan menjadi beban bagi RS. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB