Putin Bertaruh Lonjakan Harga Bakal Pecahkan Dukungan UE untuk Ukraina

- Editor

Rabu, 24 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin bertaruh tanggapan Uni Eropa (UE) yang bersatu terhadap invasinya ke Ukraina akan pecah karena melonjaknya harga memukul dompet pemilih Eropa. Kepala kebijakan luar negeri Brussel memperingatkan hal itu pada Selasa (23/08/2022).

Dalam sebuah wawancara dengan AFP, perwakilan tinggi UE Josep Borrell mengatakan Putin melihat keletihan orang Eropa dan keengganan warganya untuk menanggung konsekuensi dukungan untuk Ukraina.

Minggu depan, Borrell akan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dan pertahanan UE di Praha, berharap untuk menopang apa yang sejauh ini menjadi front diplomatik yang sangat bersatu melawan agresi Rusia.

Negara-negara anggota UE, yang sebagian besar juga sekutu NATO, telah menyetujui serangkaian paket sanksi yang menargetkan lingkaran dalam dan sektor ekonomi Putin, termasuk ekspor minyak utama.

Tapi sekarang, harga energi dan inflasi melonjak dan beberapa anggota, termasuk kekuatan ekonomi Jerman, menghadapi prospek resesi yang dalam.

Negara-negara Uni Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia dan memiliki kenangan buruk tentang dominasi Soviet, menginginkan tindakan yang lebih keras dan mendorong larangan visa bagi turis Rusia.

Ibu kota lain enggan mengambil tindakan lebih lanjut yang juga akan merugikan ekonomi mereka sendiri, karena khawatir dukungan pemilih untuk Ukraina mungkin tidak bertahan pada pemadaman listrik musim dingin dan tagihan gas yang besar.

Tugas Borrell adalah mempertahankan front persatuan, yang dirasakan Brussel sebagai kartu trufnya setelah upaya Rusia mencoba mengabaikan kekhawatiran UE dan memecah belah sekutu.

“Kita tidak boleh lupa bahwa Uni Eropa adalah asosiasi negara-negara yang memiliki pendekatan berbeda vis-a-vis Rusia,” katanya.

Mantan menteri luar negeri Spanyol berusia 75 tahun itu akan mengusulkan misi pelatihan militer UE untuk pasukan Ukraina, seperti yang didukung oleh Inggris dan Kanada.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pejabat AS: Ekspor Gandum Ukraina Mendekati Level Sebelum Invasi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB