Jakarta | Singapura mulai menerima listrik “bersih” yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air dari Laos yang disalurkan melalui Thailand dan Malaysia. Ini menjadi impor listrik terbarukan pertama bagi Singapura, karena terlihat melampaui perbatasannya untuk memenuhi tujuan perubahan iklim.
Mengutip Bloomberg, Otoritas Pasar Energi atau the Energy Market Authority mengatakan bahwa Singapura menerima hingga 100 megawatt, atau cukup untuk sedikit lebih dari 1% dari permintaan puncak.
Singapura berharap ini adalah langkah pertama untuk memperluas impor listrik rendah karbon hingga 4.000 megawatt pada tahun 2035, atau sekitar 30% dari kebutuhannya.
Disebutkan bahwa listrik tersebut dihasilkan oleh bendungan pembangkit listrik tenaga air Electricite du Laos dan dikirim melalui interkoneksi jaringan yang ada di seluruh Thailand dan Malaysia.
Keppel Electric Pte menandatangani perjanjian pembelian listrik selama dua tahun dan menerima lisensi importir listrik pertama yang dikeluarkan oleh EMA Singapura.
Bagi Laos, penjualan listrik terjadi saat negara itu menghadapi cadangan kas yang semakin menipis dan inflasi yang melonjak, mengancam krisis utang bagi negara berpenduduk 7,5 juta itu.
Kesepakatan tersebut juga membantu Singapura menerima listrik bersih melalui hubungannya dengan Malaysia, setelah negara itu melarang ekspor energi terbarukan pada tahun lalu.[]












