Taiwan Minta AS Jangan Lupakan Kesepakatan Perdagangan Bebas

- Editor

Rabu, 8 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Taiwan. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/xandreaswork)

Bendera Taiwan. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/xandreaswork)

Jakarta | Negosiator perdagangan utama Taiwan mengimbau Amerika Serikat (AS) untuk tidak melupakan bahwa Taiwan menginginkan kesepakatan perdagangan bebas. Sebelumnya pada pekan lalu, kedua negara itu mengumumkan Inisiatif AS-Taiwan baru tentang Perdagangan Abad ke-21, yang mempertimbangkan pembicaraan perdagangan baru.

Taiwan memang sudah lama berkampanye untuk kesepakatan semacam itu, berharap bisa mendapat dukungan yang kuat dalam menghadapi tekanan diplomatik dan militer yang tak henti-hentinya dari Tiongkok.

“Ini adalah harapan kami, kami harus berbicara tentang tujuan ini dengan jelas, dan memberi tahu saya lebih banyak orang bahwa ini adalah tujuan Taiwan yang kami harapkan,” kata negosiator perdagangan utama Taiwan John Deng, seperti dikutip dari Reuters.

“Tolong jangan lupa ini yang diinginkan Taiwan. Tapi tentu saja, kami mengerti Anda tidak bisa bergerak sekarang. Blok bangunan bisa ditetapkan terlebih dahulu, kemudian tarif bisa diatasi pada akhirnya,” lanjutnya.

Sementara Taiwan memiliki dukungan bipartisan yang kuat di Kongres dan Senat, pemerintahan Biden bulan lalu mengecualikan negara itu dari rencana ekonomi yang berfokus pada Asia yang dirancang untuk melawan pengaruh Tiongkok yang semakin besar, Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Deng mengatakan, IPEF akan lebih lengkap jika Taiwan diizinkan masuk.

Tak hanya dengan AS, pengelompokan lain yang juga ingin diikuti Taiwan dan diharapkan berlaku mulai September, adalah Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik atau Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Tiongkok juga telah mengajukan dan menentang bergabungnya Taiwan.

Deng mengatakan Taiwan harus menunggu aplikasi Inggris yang lebih maju untuk disetujui terlebih dahulu sebelum negara-negara anggota, yaitu Kanada, Australia, Brunei, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam, akan mempertimbangkan Taiwan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Blinken: Tiongkok Tantangan Jangka Panjang Paling Serius bagi Tatanan Global

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB