Malaysia Hentikan Ekspor Jutaan Ayam Mulai 1 Juni

- Editor

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Alexas_Fotos)

Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Alexas_Fotos)

Jakarta | Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa negaranya akan menghentikan ekspor 3,6 juta ayam utuh per bulan mulai 1 Juni 2022. Kebijakan ini berlaku sampai produksi dan harga stabil.

“Pemerintah memandang serius persoalan pasokan ayam dan kenaikan harga yang berdampak pada masyarakat,” kata Ismail dalam keterangannya seperti dikutip dari Straits Times.

Selanjutnya, Malaysia bakal mengakui lebih banyak rumah potong hewan di luar negeri untuk meningkatkan pasokan ayam dalam negeri dan izin impor untuk unggas akan dihapus. Langkah tersebut dilakukan saat Malaysia menghadapi kekurangan pasokan ayam seiring melonjaknya harga.

Ismail mengatakan buffer stock akan disimpan di fasilitas cold storage, kemudian proses klaim subsidi oleh peternak akan disederhanakan.

Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga pagu eceran RM 8,90 per kilogram, dan memberikan subsidi kepada peternak unggas sebesar 60 sen per kg mulai dari 5 Februari sampai 4 Juni.

“Beberapa perusahaan besar tidak tertarik untuk mengajukan subsidi dan ingin pemerintah membiarkan harga ayam ditentukan oleh pasar,” tambah Ismail.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah sudah mengetahui laporan adanya kartel yang mengendalikan harga dan produksi ayam. Komisi Persaingan Malaysia tengah menyelidiki masalah ini dan penyelidikan diharapkan selesai pada bulan depan.

Mengutip Yahoo News, importir ayam Singapura juga akan melakukan diversifikasi dan meningkatkan pasokan mereka dari sumber alternatif, untuk mengantisipasi kebijakan Malaysia menghentikan ekspor unggas.

Tahun lalu, Singapura mengimpor hampir 73.000 ton ayam dan sekitar sepertiganya berasal dari Malaysia. Hampir seluruh impor Malaysia adalah ayam hidup, yang dipotong dan didinginkan di Singapura.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Yellen: Resesi AS Bukan Tak Terelakkan, Namun Ekonomi Bakal Melambat

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB