Yellen: Resesi AS Bukan Tak Terelakkan, Namun Ekonomi Bakal Melambat

- Editor

Senin, 20 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Jakarta | Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyebutkan bahwa resesi di AS bukannya tidak terelakkan, namun ekonomi kemungkinan akan melambat. Yellen mengatakan hal itu hanya beberapa hari setelah bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga, meningkatkan kekhawatiran kontraksi.

Ekonomi AS telah pulih dengan kuat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi, tetapi melonjaknya inflasi dan rantai pasokan yang diperparah oleh perang di Ukraina telah meningkatkan pesimisme.

Saham Wall Street jatuh setelah The Fed berusaha mendinginkan inflasi pada Rabu, dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,75 poin persentase, kenaikan paling tajam dalam hampir 30 tahun.

Selain itu, para ekonom melihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan bahwa kepercayaan konsumen melemah, dengan pengeluaran untuk layanan terpengaruh paling tajam.

Orang-orang mulai menunda rencana liburan, terlihat dari pemesanan penerbangan domestik yang turun 2,3 persen bulan lalu, berdasarkan data Adobe Analytics. Tak hanya itu, banyak juga orang yang mengurangi pengeluaran seperti kunjungan restoran dan perbaikan rumah.

“Jelas inflasi sangat tinggi, sebagian disebabkan oleh perang di Ukraina, yang telah mendorong harga energi dan makanan,” kata Yellen seperti dikutip dari AFP.

Tapi Yellen mengaku tidak percaya bahwa penurunan belanja konsumen adalah kemungkinan penyebab resesi. Bahkan menurutnya, pasar tenaga kerja AS saat ini bisa dibilang yang terkuat dari periode pascaperang. Dia memprediksi perlambatan inflasi akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen pada kuartal pertama tahun ini, penurunan pertama sejak 2020, dan indikasi awal menunjukkan berlanjutnya perlambatan di sektor-sektor utama termasuk manufaktur, real estat dan penjualan ritel.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tingginya Inflasi Dorong Praktik Barter di Argentina

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:10 WIB

Daftar Harga Tiket Konser Guns N’ Roses di Jakarta, Termurah Hanya Rp 1 Jutaan

Senin, 29 Juni 2026 - 19:20 WIB

Original Cast of Keumalahayati The Musical: Tribute dan Perjalanan Emosi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:31 WIB

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:05 WIB

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Guns N’ Roses pada November 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:51 WIB

Visiting Jakarta Dukung Remember Fest 2026 Promosikan Pariwisata Kreatif

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:04 WIB

Billboard “Welcome To The” Muncul di Bundaran HI, Publik Kaitkan dengan Guns N’ Roses

Senin, 22 Juni 2026 - 00:55 WIB

Ini Lirik Lengkap Lagu Anakmu Slalu Cinta Milik Lindee Cremona

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:05 WIB

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Berita Terbaru

Grup band Rahardja. (Foto: Istimewa)

Musik

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Jun 2026 - 05:31 WIB