Presiden Peru Pedro Castillo Kembali Terlepas dari Upaya Pemakzulan

- Editor

Selasa, 29 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Peru Pedro Castillo. (Foto: Pelopor.id/Twitter @PedroCastilloTe)

Presiden Peru Pedro Castillo. (Foto: Pelopor.id/Twitter @PedroCastilloTe)

Jakarta | Presiden Peru Pedro Castillo menghindari pemakzulan oleh kongres yang didominasi oposisi pada Senin (28/03/2022) waktu setempat. Hal ini mengakhiri upaya kedua untuk menggulingkannya, sejak Castillo naik ke pucuk kekuasaan delapan bulan lalu. Ini juga keenam kalinya sejak 2017, kongres membuka proses pemakzulan terhadap presiden yang sedang menjabat.

Melansir AFP, setelah debat parlementer yang berlangsung lebih dari delapan jam, 55 legislator memberikan suara mendukung pemakzulan Castillo, 54 memilih menentang dan 19 abstain. Butuh 87 suara untuk memakzulkan pemimpin sayap kiri, yang dituduh oposisi melakukan korupsi dan ketidakmampuan moral.

“Saya memuji fakta bahwa akal sehat, tanggung jawab dan demokrasi telah menang. Saya meminta semua (legislator) untuk membalik halaman dan bekerja sama untuk memecahkan tantangan besar yang dihadapi negara ini,” tulis Castillo di akun Twitter setelah pemungutan suara.

Castillo menghadapi upaya pemakzulan serupa pada bulan Desember, dan telah mendapat kecaman dari oposisi dan beberapa media Peru dalam beberapa bulan sejak itu.

Pihak oposisi menuduh Castillo tidak mampu secara moral dan menoleransi dugaan korupsi di lingkaran dalamnya. Ia juga mendapat kecaman atas krisis menteri yang berulang di bawah pemerintahannya, dengan empat perombakan kabinet dalam delapan bulan.

Sejak awal, Castillo menentang, dengan mengatakan bahwa proses itu tidak mengandung satu elemen pun yang secara sah mendukung tuduhan ketidakmampuan moral.

Proses pemakzulan relatif umum di Peru karena konstitusinya memungkinkan seseorang diajukan melawan presiden berdasarkan premis yang lebih subjektif tentang kesalahan politik daripada kesalahan hukum. Hal ini pun menciptakan banyak ketidakstabilan politik di negara itu. Pada November 2020 misalnya, Peru memiliki tiga presiden dalam waktu satu minggu.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   AS Salurkan Bantuan Militer Baru Senilai USD 1 Miliar ke Ukraina

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru