Pelopor.id | Pemerintah Swedia mendeklarasikan pandemi Covid-19 di negaranya berakhir dan mencabut sebagian besar aturan pembatasan, meski telah diperingati para pakar kesehatan.
“Saya bisa katakan pandemi ini sudah berakhir,” kata Menteri Kesehatan Swedia Lena Hallengre yang dikutip dari Reuters.
Ia menyebutkan sejumlah alasan kenapa Swedia tak lagi menganggap Covid sebagai suatu yang bahaya bagi warganya. Pertama, tingginya biaya tes Covid-19 dan jumlah kasus kini didominasi oleh varian Omicron yang bergejala lebih ringan.
Hallengre menjelaskan, jika Swedia menerapkan tes kepada semua penderita Covid, berarti biayanya mencapai 500 juta Krona atau sekitar Rp 768 miliar setiap minggu, berarti mencapai 2 miliar Krona tiap bulan.
- Baca juga: Wow, Denmark Cabut Aturan Wajib Masker!
Berdasarkan perhitungan itu, Pemerintah Swedia menetapkan bahwa mulai Rabu (09/02/2022), tes PCR gratis hanya diberikan untuk pekerja medis dan kelompok rentan, seperti orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan penyakit bawaan (komorbid) yang mengalami gejala Covid.
Sedangkan, masyarakat lain yang tidak masuk kelompok itu diminta untuk isolasi mandiri jika mengalami gejala.
Kedua, tingkat vaksinasi Swedia yang tinggi. Melansir Associated Press, 85 persen orang di Swedia sudah memiliki antibody, berdasarkan studi yang dirilis pada Selasa (08/02/2022).
Dengan demikian, populasi yang sudah divaksinasi itu dapat dipercaya untuk mengisolasi mandiri jika mengalami gejala Covid, tanpa perlu menjalani tes.
Melihat hal ini, Bharat Pankhania yang merupakan pengajar di Universitas Sekolah Medis Exeter di Inggris mengatakan, Swedia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang punya kriteria serupa untuk mendeklarasikan pandemi berakhir. []












