Pelopor.id | Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Uber Technologies Inc membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar USD 86 juta pada kuartal keempat tahun lalu. Angka itu jauh melebihi perkiraan analis yang hanya USD 62 juta.
Mengutip Reuters, kinerja positif Uber terdorong oleh tingginya permintaan layanan ride-hailing yang mendekati tingkat pra-pandemi dan bisnis pengiriman makanannya, Uber Eats. Ini juga menjadi pertama kalinya Uber Eats mendatangkan keuntungan bagi perusahaan tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Uber Dara Khosrowshahi mengatakan, diversifikasi benar-benar berperan. Ia pun optimis mampu meraih pelanggan baru untuk platform Eats melalui bisnis ride-hailing, sejak perusahaan menggabungkan layanannya menjadi satu aplikasi.
Salah satu strategi Khosrowshahi adalah meningkatkan basis restorannya di pinggiran AS, untuk menyaingi pengiriman DoorDash yang lebih besar.
Sementara, pemulihan bisnis perjalanan Uber pada kuartal keempat lalu juga didorong oleh tingginya permintaan untuk perjalanan bandara, yang meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk kuartal pertama tahun ini, Uber memprediksi labanya lebih rendah dari ekspektasi, seiring berkurangnya permintaan perjalanan akibat varian Omicron.
Uber memperkirakan EBITDA untuk kuartal pertama berkisar USD 100 juta-USD 130 juta, sedangkan ramalan analis adalah USD 150 juta. []
- Baca juga: Lepas Saham Didi Global, Begini Alasan Uber












