Pelopor.id | Data Synergy Research menunjukkan, bisnis infrastruktur cloud sepanjang tahun lalu mencapai USD 178 miliar secara global. Angka itu bertambah sekitar USD 50 miliar atau setara 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy).
Tiga besar raksasa teknologi, yaitu Amazon, Microsoft dan Google terus mengalami pertumbuhan pesat selama periode itu. Amazon misalnya, mencetak pertumbuhan 40 persen, sedangkan Microsoft dan Google masing-masing 45 persen.
Adapun angka pendapatan kuartalan mencapai sekitar USD 17 miliar untuk Amazon, kemudian Microsoft senilai USD 10 miliar dan Google sebesar USD 5 miliar.
Pangsa pasar Google dan Microsoft terus tumbuh dari waktu ke waktu, sedangkan Amazon tetap stabil selama beberapa tahun. Meski demikian, pasar terus berkembang dan pendapatan Amazon terus bertumbuh pada tingkat yang layak.
Data Canalys pun menunjukkan hasil yang hampir senada dengan Synergy, yaitu terjadi pertumbuhan sebesar USD 53 miliar pada bisnis infrastruktur cloud secara global, selama periode tersebut.
Melansir Techcruch, Canalys tahun ini mematok angka USD 191,7 miliar, atau meningkat 35 persen dari tahun 2020.
Sejumlah analis melihat bahwa ada banyak ruang untuk pertumbuhan di bisnis cloud. Selain itu fakta juga menunjukkan pasar terus tumbuh dengan kecepatan tinggi.
Bahkan di bagian bawah pasar, masih ada banyak uang yang bisa dihasilkan. Meskipun mungkin tidak memenuhi level Microsoft, Amazon atau Google, itu masih dapat menambah bisnis bernilai miliaran dolar. []
Baca juga: Alphabet Induk Google Raih Penjualan USD 75,3 Miliar












