Pelopor.id | Alphabet Inc yang merupakan induk usaha Google, memecahkan rekor penjualan kuartalannya, yang didorong oleh lonjakan bisnis periklanan internet. Selain itu ditambah juga dengan pengiklan yang menambah anggaran pemasarannya.
Pada kuartal keempat tahun 2021, penjualan Alphabet tercatat mencapai USD 75,3 miliar atau tumbuh 32 persen. Melansir Reuters, ini adalah rekor penjualan kuartalan ketiga berturut-turut dan juga melampaui perkiraan rata-rata analis yang sekitar USD 72 miliar.
Secara total untuk tahun 2021, laba Alphabet meningkat 89 persen menjadi USD 76 miliar. Melihat pencapaian ini, sejumlah analis menilai pertumbuhan Google akan melambung tinggi di masa mendatang.
“Konsumen terjun ke pencarian Google untuk mencari pakaian dan barang-barang hobi, sementara pengiklan ritel, keuangan, hiburan dan perjalanan menaikkan anggaran pemasaran,” kata Senior Vice President sekaligus Chief Business Officer Google Philipp Schindler.
Bisnis sekunder Google, termasuk Cloud, juga mencetak kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 45 persen menjadi USD 5,5 miliar, melampaui perkiraan USD 5,4 miliar. Salah satu klien Google Cloud adalah pembuat software belanja online Shopify Inc.
Chief Executive Officer Alphabet Sundar Pichai mengatakan kepada para analis bahwa Cloud sedang menjajaki bagaimana mendukung klien yang ingin menggunakan blockchain, salah satu dari sejumlah teknologi baru yang dianggap penting untuk memulai era baru inovasi online.
Meski demikian, Alphabet masih harus menghadapi tantangan besar dari berbagai tuntutan hukum yang menuduh Google melakukan tindakan anti persaingan di pasar periklanan dan toko aplikasi seluler. []
Baca juga: Google Suntik Dana US$ 1 Miliar ke Operator Seluler Terbesar Kedua di India












