Pelopor.id | Hyundai Engineering Co Ltd terpaksa menunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Korea Selatan (Korsel), akibat masalah valuasi.
Perusahaan afiliasi Hyundai Motor Group ini diprediksi bisa menghasilkan hingga USD 1 miliar dari aksi IPO. Awalnya, listing ditargetkan bisa terealisasi pada bulan Februari.
Sebelumnya pada Desember lalu, perusahaan mengatakan ingin mengumpulkan hingga 1,2 triliun won melalui IPO, dengan kisaran harga indikatif 57.900-75.700 won per saham.
Melansir Reuters, nantinya penawaran saham akan terdiri dari 4 juta saham baru, ditambah 12 juta saham lama dari pemegang saham di Hyundai Engineering, yaitu Ketua Grup Motor Hyundai Euisun Chung dan Ketua Kehormatan Mong-Koo Chung.
Adapun beberapa pemegang saham lainnya adalah Hyundai Glovis, Kia Corp dan produsen komponen mobil, Hyundai Mobis.
Saat ini, Hyundai Engineering adalah salah satu dari tujuh perusahaan konstruksi teratas di Korsel. Predikat itu diharapkan mampu menarik minat investor saham.
Namun, di lain sisi, analis pasar melihat ada sentimen yang cukup besar terhadap industri konstruksi, terutama setelah runtuhnya tembok di salah satu lokasi kerja di Korea pada awal bulan ini.
“Kami melihat industri konstruksi dalam negeri memikul beban yang lebih berat dalam biaya manajemen keselamatan secara keseluruhan setelah keruntuhan. Inilah sebabnya mengapa sentimen investor memburuk pada perusahaan konstruksi,” kata Analis Korea Investment & Securities Kang Kyung-tae. []
Baca juga: Hyundai Gagal Penuhi Target 2021 Akibat Krisis Chip Global












