Pelopor.id | Produsen chip Intel Corp mencetak rekor pendapatan yang disesuaikan pada kuartal keempat 2021 senilai USD 19,5 miliar, melampaui ekspektasi analis yang sebesar USD 18,3 miliar.
Selain itu, Intel juga membukukan laba per saham yang disesuaikan USD 1,09, di atas 91 sen yang diperkirakan para analis.
Pendapatan Intel dari bisnis pusat data dengan margin lebih tinggi juga terkerek 20%, menjadi USD 7,3 miliar pada periode itu. Capaian ini juga menjadi rekor tertinggi untuk kategori tersebut. Melansir Reuters, sebelumnya analis memproyeksikan pendapatan sebesar USD 6,73 miliar.
Meski kinerjanya terbilang memuaskan, Intel memprediksi pendapatannya pada kuartal pertama 2022 akan di bawah ekspektasi Wall Street, lantaran masih adanya masalah rantai pasokan global.
Bahkan, Chief Executive Officer (CEO) Intel Patrick Gelsinger memperkirakan, kendala rantai pasokan akan berlanjut hingga tahun depan.
Pada pekan lalu, Intel telah mengumumkan bahwa pihaknya menginvestasikan USD 20 miliar, untuk dua pabrik chip di Ohio, Amerika Serikat (AS). Fasilitas ini ditargetkan bisa menjadi kompleks pembuatan chip terbesar di dunia.
Selain ekspansi pabrik, Gelsinger juga mengatakan bahwa Intel dapat memiliki spin-off lain, seperti unit kendaraan otonom Mobileye, yang rencananya didaftarkan tahun ini. []
- Baca juga: Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia












