Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia

0
Ilustrasi produk Intel. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Perusahaan teknologi Intel berencana membangun pabrik baru di Malaysia, dengan investasi senilai lebih dari USD 7 miliar. Intel yakin pabrik pengepakan dan pengujian chip baru ini mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja.

Chief Executive Officer (CEO) Intel Pat Gelsinger berharap, fasilitas baru di Malaysia bisa mulai beroperasi pada tahun 2024. Intel pun mengambil langkah ini akibat dalam setahun terakhir telah terjadi kekurangan pasokan komponen semikonduktor global.

Gelsinger memprediksi, kekurangan chip masih akan terjadi hingga tahun 2023, meskipun industri semikonduktor tahun ini diperkirakan bertumbuh.

“Secara keseluruhan, industri semikonduktor tahun ini akan tumbuh lebih besar daripada dalam dua hingga tiga dekade terakhir,” ungkap Gelsinger.

Melansir Reuters, Pemerintah Malaysia menyebutkan Intel akan menanamkan investasi sebesar 30 miliar Ringgit, atau sekitar USD 7,10 miliar.

Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Mohamed Azmin Ali juga mengapresiasi rencana investasi Intel. “Program ini memang tepat waktu, mengingat permintaan global terhadap chip meningkat akibat adanya kekurangan pasokan dan adanya potensi tantangan yang timbul dari pemulihan pandemi secara global,” ujarnya.

Saat ini, industri perakitan chip Malaysia menyumbang lebih dari sepersepuluh perdagangan global dengan nilai lebih dari USD 20 miliar. []

Baca juga: Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023