Kebijakan Tiongkok, Bikin 10 Orang Kaya di Dunia ini Gigit Jari

- Editor

Kamis, 23 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Ilustrasi uang. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Sebanyak 10 orang kaya di dunia gigit jari di tengah pandemi. Sebab, kekayaan mereka terkikis akibat saham perusahaan yang terjun bebas hingga beban utang dari gagal bayar.

Forbes memperkirakan, setidaknya 10 miliarder itu kehilangan kekayaan hingga US$152 miliar atau setara Rp2.178 triliun. Berikut daftar 10 orang kaya yang kehilangan banyak harta tersebut.

1. Colin Zheng Huang
Tindakan keras Pemerintah China kepada perusahaan e-commerce Pinduoduo, membuat Colin selaku pendiri kehilangan kekayaannya secara tajam. Penurunan saham Pinduoduo, membuat kekayaan Colin turun 64 persen hingga US$40,2 miliar.

2. Jack Ma
Jak Ma, sebelumnya disebut memiliki kekayaan US$37 miliar, namun dalam setahun terakhir pendiri Alibaba ini harus kehilangan hartanya hingga US$21,4 miliar akibat kebijakan keras Pemerintah China. Seperti membatalkan rencana IPO Ant Group, perusahaan induk Alibaba, senilai $35 miliar pada November 2020. Juga mendenda Alibaba US$2,8 miliar pada April sebagai bentuk hukuman antimonopoli.

3. Hui Ka Yan
Pendiri Evergrande ini, harus kehilangan hartanya sebanyak US$18 miliar karena krisis keuangan yang dilanda perusahaan properti miliknya. Evergrande gagal membayar utang, sehingga nilai sahamnya di bursa Hong Kong turun menjadi US$0,19 per lembar. Hui kabarnya harus merogoh kocek pribadi sebesar US$1 miliar demi Evergrande. Hui Ka Yan juga harus membayar US$300 miliar agar utang bisnisnya tidak membengkak.

4. Zhang Yong
Zhang Yong kehilangan hartanya hingga US$15,9 miliar. Pria berkebangsaan Singapura pemilik perusahaan jaringan hotpot Haidilao di China ini, sebelumnya melakukan ekspansi bisnis dengan menggandakan jumlah restoran hingga 1.600. Namun pandemi membuat seluruh restorannya tidak dapat dikunjungi pelanggan dan membuat saham Haidilao turun 71 persen.

5. Tadashi Yanai
Pendiri Uniqlo dan Theory, Tadashi Yanai kehilangan hartanya hingga US$14 miliar dari total kekayaan sebesar US$30,4 miliar. Sepertiga hartanya rontok lantaran harga saham dua perusahaan miliknya rontok 34 persen akibat pandemi.

Baca Juga :   Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Pemerintah untuk NU Trending di Twitter

6. Lei Jun
Pendiri Xiaomi, Lei Jun sempat menjadi salah satu orang terkaya dunia dalam sektor ponsel pintar. Kekayaannya pernah menyentuh US$16,3 miliar, namun kini ia kehilangan hampir 90 persen uangnya. Penyebabnya sama, tekanan regulasi pemerintah China yang begitu keras terhadap perusahaan teknologi.

7. Masayoshi Son
Masayoshi Son yang menjabat sebagai CEO Softbank Group, kehilangan hartanya hingga US$13,6 miliar dari total kekayaan sebesar US$25,1 miliar. Uang Son menguap akibat menanggung rugi investasi ke perusahaan Tiongkok, seperti Alibaba yang mengalami tekanan dari Pemerintah China. Kekayaan Son pun turun sebesar 35 persen.

8. Daniel Gilbert
Pendiri Rocket Companies, Daniel Gilbert kehilangan US$13,2 miliar dari total kekayaan sebesar US$29,6 miliar. Miliarder hipotek tersebut, sempat menjadi salah satu dari 10 orang terkaya di dunia ketika kekayaannya melonjak tajam hingga US$80 miliar. Namun, saham perusahaannya jatuh 62% akibat perlambatan pendapatan dan keuntungan.

9. Zhang Bangxin
Pendiri perusahaan TAL Education, Zhang Bangxin kehilangan US$11,3 miliar hartanya disebabkan kebijakan Pemerintah China yang menyebut perusahaan bimbingan belajar telah memberikan terlalu banyak tekanan pada anak-anak dan orang tua. Kebijakan itu, membuat Kekayaan bersih Zhang turun hingga 90 persen.

10. Zhong Huijuan
Zhong menjadi satu-satunya wanita yang mengalami penurunan kekayaan hingga US$10,4 miliar. Sebagai CEO Hansoh Pharmaceutical, Zhong pernah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia ketika perusahaannya IPO pada 2019. Namun, saham perusahaan telah jatuh hingga lebih dari 50 persen pada tahun 2021 dan kini nilainya hanya tersisa US$1,82 per lembar saham. Akibatnya, kekayaan Zhong turun 51 persen tahun ini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:35 WIB

Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:37 WIB

Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:35 WIB

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:55 WIB

Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif

Berita Terbaru

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB