Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Pemerintah untuk NU Trending di Twitter

0
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Pelopor.id/Twitter Gus Yaqut)

Pelopor.id – Ucapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Webinar RMI-PBNU yang diunggah kanal YouTube TVNU belum lama ini trending di media sosial Twitter. Dalam unggahan tersebut, Gus Yakut panggilan akrabnya menyebut Kementerian Agama merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan untuk umat Islam secara umum.

Hingga berita ini diturunkan Minggu, 24 Oktober 2021 pukul 18.20 WIB ucapan Gus Yaqut telah ditweet sebanyak 8.733 kali.

“Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum. Tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU.”

Yaqut, awalnya bercerita bahwa ada perdebatan kecil di internal Kemenag terkait asal-usul pendirian Kemenag. Perdebatan itu, terjadi lantaran dirinya berencana ingin mengganti slogan Kemenag yakni ‘Ikhlas Beramal’.

“Ada perdebatan kecil di kementerian ketika mendiskusikan Kemenag. Saya mau ubah tagline atau logo Kemenag. Tagline kemenag itu kan ikhlas Beramal. Saya rasa enggak ada ikhlas itu ditulis. Ikhlas itu kan di hati. Enggak ada ikhlas ditulis. Ikhlas beramal itu enggak pas,” tutur Yaqut di webinar tersebut.

Tetapi, perdebatan itu kemudian menjurus ke arah asal usul berdirinya Kemenag. Ia lantas bercerita, terdapat staf Kemenag yang mengatakan bahwa Kemenag dibentuk sebagai hadiah untuk umat Islam. Yaqut pun membantah itu. Baginya, Kemenag merupakan hadiah bagi NU. Sehingga wajar bila NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag sampai saat ini.

“Saya bantah. Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum. Tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU,” tegas Yaqut.

Yaqut menjelaskan, secara historis Kemenag muncul karena pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Tujuh kata itu yakni ‘Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya’. Baginya, tokoh-tokoh NU kala itu memiliki peran penting sebagai juru damai usai tujuh kata itu dihapus dari Piagam Jakarta.

“Kenapa begitu? Kemenag muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam jakarta . Yang usulkan itu jadi juru damai atas pencoretan itu mbah Wahab Chasbullah. Kemudian lahir Kemenag karena itu,” tandas Yaqut. []