Badai Utang Evergrande Gerus Kekayaan Bos Properti China

- Editor

Minggu, 19 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi miliarder.(Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Ilustrasi miliarder.(Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Pelopor.id – Taipan properti China yang masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia, kehilangan lebih dari US$ 46 miliar atau sekitar Rp 611,8 triliun sepanjang tahun ini berdasarkan catatan Bloomberg.

Penyebabnya, kejatuhan Evergrande yang tidak hanya berimbas ke sektor properti secara keseluruhan di negeri tersebut. Selain bos Evergrande, Hui Ka Yan yang merana karena kehilangan kekayaan, kekayaan sejumlah miliarder Tiongkok yang berbisnis properti melorot drastis.

Baca juga : Alibaba Targetkan USD 100 Miliar Untuk Pasar e-Commerce Asia Tenggara

Setidaknya, para taipan real estat China mengalami tahun terburuk mereka sejak tahun 2012. Kala, Pemerintah Xi Jinping mendistribusikan kembali kekayaan rakyat China, untuk membawa kemakmuran bersama.

Adapun kekayaan Hui, telah berkurang sebesar US$ 17,2 miliar, yang menjadi salah satu penurunan terbesar untuk tahun 2021. Hui, pernah menjadi orang terkaya kedua di kawasan Asia dengan kekayaan US$ 42 miliar, namun sekarang kekayaannya tinggal US$ 6,1 miliar.

Penurunan ini, setelah harga saham unit kerajaan bisnisnya jatuh. Ditambah dengan sikap pemerintah China yang mendesaknya agar menggunakan kekayaan pribadinya untuk membayar kembali investor.

Selain Evergrande, gejolak juga melanda salah satu perusahaan yang dianggap sebagai salah satu pemain kuat di properti, Shimao Group Holdings Ltd. Obligasi dan sahamnya jatuh di tengah kekhawatiran krisis arus kas, sementara kesepakatan antara dua unit usahanya menimbulkan kekhawatiran atas tata kelola perusahaannya.

Kekayaan Pendiri Shimao Group, Hui Wing Mau, yang memulai investasi real estat pada akhir 1980-an, berkurang lebih dari setengahnya pada tahun ini. kekayaannya itu turun US$ 5,2 miliar menjadi US$ 4,4 miliar.

Sementara taipan yang telah kehilangan gelar sebagai milliader, antara lain pemilik Kaisa Group Holdings Ltd yang telah kehilangan kekayaan hampir 90% tahun ini menjadi sekitar US$ 160 juta, dan Zhang Yuanlin dari Sinic Holdings Group Co yang sahamnya telah anjlok 75%. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Samoa Tandatangani Pakta Kolaborasi dengan Tiongkok

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB