Jakarta | Samoa menandatangani perjanjian bilateral dengan Tiongkok pada Sabtu (28/05/2022), menjanjikan “kolaborasi yang lebih besar” ketika menteri luar negeri Tiongkok melanjutkan tur Pasifik Selatan yang telah memicu kekhawatiran di antara sekutu Barat.
Rincian kesepakatan itu tidak disebutkan secara rinci, namun draf bocor sebelumnya yang dikirim ke beberapa negara Pasifik menguraikan rencana memperluas keterlibatan keamanan dan ekonomi.
Misi tersebut telah mendorong para pemimpin Barat mendesak rekan-rekan regional untuk menolak setiap upaya Tiongkok memperluas jangkauan keamanannya di seluruh wilayah.
Siaran pers dari pemerintah Samoa mengkonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Perdana Menteri Samoa Fiame Naomi Mata’afa telah bertemu dan membahas perubahan iklim, pandemi serta perdamaian dan keamanan.
Kesepakatan itu juga berisi komitmen membantu membangun laboratorium sidik jari polisi di samping akademi kepolisian yang sudah diumumkan di negara itu, yang mengikuti komitmen sebelumnya untuk “peningkatan kapasitas” penegakan hukum di Kepulauan Solomon.
Rilis pemerintah Samoa yang dikutip dari AFP menyebutkan bahwa Tiongkok akan terus memberikan dukungan pembangunan infrastruktur ke berbagai sektor Samoa dan akan ada kerangka kerja baru untuk proyek-proyek masa depan yang akan ditentukan dan disepakati bersama.
“Samoa dan Republik Rakyat Tiongkok akan terus mengejar kolaborasi yang lebih besar yang akan mewujudkan kepentingan dan komitmen bersama,” kata rilis tersebut.[]












