Alibaba Targetkan USD 100 Miliar Untuk Pasar e-Commerce Asia Tenggara

0
Ilustrasi e-commerce. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba, menargetkan volume barang dagangan kotor sebesar USD 100 miliar dari volume barang dagangan bruto (GMV) di pasar Asia Tenggara, melalui platform Lazada.

Selama periode September 2020-September 2021, Lazada menghasilkan USD 21 miliar dalam GMV. Sebagai perbandingan, Shopee Sea Ltd yang merupakan pemimpin pasar di wilayah tersebut, telah menghasilkan USD 35,4 miliar dalam GMV untuk kalender penuh tahun 2020.

Sejak diakuisisi Alibaba, Lazada telah mengalami beberapa kali pergantian pemimpin. Ada dua Chief Executive Officer (CEO) yang mengundurkan diri sebelum CEO saat ini, Chun Li, mengambil alih pada tahun 2020.

Awal bulan ini, Alibaba juga menunjuk Jiang Fan untuk memimpin unit perdagangan digital internasional yang baru dibentuk yang akan mencakup Lazada dan AliExpress. Sebelumnya, Jiang Fan memimpin Taobao dan Tmall, yang merupakan unit usaha milik Alibaba.

Seperti diketahui, Alibaba Group Holding telah membeli saham Lazada Group senilai USD 1 miliar pada 2016. Keputusan ini dilakukan untuk memperluas pasar Alibaba ke kawasan Asia Tenggara, lantaran Lazada terbilang memiliki basis konsumen yang besar di lokasi itu.

Melansir CNN, Sabtu (18/12/2021), Lazada berdiri sejak 2012 dan telah beroperasi di sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura dan Vietnam. []