Pelopor.id – Pengamat Pariwisata Nasaional Taufan Rahmadi menyampaikan bahwa Pariwisata Indonesia saat ini membutuhkan kejernihan hati dalam berfikir dan untuk bisa segera mengimplementasikan apa yang menjadi harapan dan jeritan 30 juta masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Sebentar lagi tahun baru 2022, kebijakan-kebijakan pemerintah diharapkan dapat menghadirkan terobosan-terobosan yang mampu menumbuhkan optimisme dan memberikan nafas panjang untuk bangkitnya pariwisata negeri ini,” tutur Taufan berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id, Rabu, 24 November 2021.

Mantan Anggota Tim 10 Kemenpar RI Periode 2016-2018 ini, menerangkan bahwa baginya pariwisata seperti air bersih yang muncul dari tanah secara alami, lalu kemudian menjadi sumber air bersih bagi makhluk ciptaan Tuhan yang hidup diatas permukaan bumi.
“Pariwisata pulih adalah prioritas, Waktunya Fokus-Lurus tuntaskan target pariwisata. Ayo Bergerak Bersama, Salam Pesona Indonesia.”
Dan layaknya sebuah sumber Mata Air, untuk selalu bisa menghidupkan harus dijaga kelestariannya, dijaga dari segala gangguan yang mungkin saja bisa menyebabkan airnya tidak mengalir dan tidak jernih lagi, bahkan mungkin berujung pada kekeringan.
Untuk menjaganya, ada 3 hal penting yang menurut Taufan perlu segera dilakukan yakni:
1. Kembali fokus tuntaskan pengembangan Pariwisata di 5 Destinasi Pariwisata SuperPrioritas. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden RI.
2. Hapus karantina, berlakukan syarat wisman masuk ke Indonesia cukup dengan menunjukkan bukti sudah di vaksinasi lengkap dan hasil negatif Covid-19 melalui test PCR. Ini, sesuai rekomendasi UNWTO agar seluruh masyarakat beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Baca juga :
- Ganjar Pranowo Kunjungi Rumah Makan Ayam Taliwang H Moerad NTB
- Masyarakat Diminta Dukung Desa Wisata Tetebatu di Kompetisi Best Tourism Village 2021
3. Penguatan program kebangkitan pariwisata Bali dengan tahap awal menggencarkan program pemasaran dengan meraih kembali pasar wisatawan domestik lalu dilanjutkan dengan wisatawan mancanegara. Pasalnya, pariwisata Bali berkontribusi sebesar 28,9 % terhadap devisa nasional.
“Pariwisata pulih adalah prioritas, Waktunya Fokus-Lurus tuntaskan target pariwisata. Ayo Bergerak Bersama, Salam Pesona Indonesia,” ungkap Taufan. []












