Masyarakat Diminta Dukung Desa Wisata Tetebatu di Kompetisi Best Tourism Village 2021

- Editor

Rabu, 3 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Jakarta – Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi meminta masyarakat untuk mendukung Desa Wisata Tetebatu di ajang “Best Tourism Village 2021” yang diselenggarakan UNWTO. Lomba Desa Wisata berkelas Internasional ini, memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat global.

Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat istimewa karena berhasil lolos mewakili Indonesia di ajang The Best Village UNWTO 2021 bersama 2 desa wisata lainnya yakni Nglanggeran di Yogyakarta dan Wae Rebo di NTT.

Tetebatu pun, siap beradu keindahan dengan negara-negara di dunia yang juga memiliki desa wisata andalannya masing-masing. Saingan Tetebatu tidak main-main dan sudah terkenal secara global antara lain, Murcia (Cehegin) dari Spanyol. Lalu Alonissos, Western Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani.

Tete Batu
Pemandangan Gunung Rinjani yang indah bisa dinikmati dari Desa Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/bppd lotim)

Kemudian ada desa wisata Ladhpura Khas, Kongthong Meghalaya, dan Pochampally Telangana yang mewakili India, serta desa-desa wisata dari Asia Tenggara seperti dari Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja dan masih banyak lagi.

Perjuangan untuk lolos seleksi UNWTO tidaklah mudah, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai kriteria mereka. Belum lagi di dalam negeri Tetebatu harus bersaing dengan 6 ribu desa wisata dari total sekitar 75 ribu desa yang ada di seluruh Indonesia.

Mengenal Desa Wisata Tetebatu

Desa Tetebatu bisa disebut desa wisata legendaris Indonesia yang sudah dikenal sejak zaman Belanda atau sebelum berdirinya Republik Indonesia. Lokasi Tetebatu ada dibawah gunung Rinjani dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 90 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Sejarah terbentuknya desa Tetebatu tidak terlepas dari peran Raden Soedjono, seorang dokter pertama ahli malaria, lepra, dan kusta yang ditugaskan di Kabupaten Lombok Timur sekitar 1925 – 1930 silam.

Desa Wisata Tete Batu. (Foto: Pelopor.id/pesonalombok)

Kala itu, dokter Soedjono menjadikannya sebagai tempat beristirahat di akhir pekan, untuk mencari ketenangan dan kesejukan. Kabar tempat beristirahat dokter Soedjono didengar oleh orang-orang Eropa di Mataram yang kemudian turut menggunakannya sebagai tempat beristirahat. Setelah meninggal, pada 1944, Wisma Sudjono ditempati oleh istrinya, Raden Ayu Rumite.

Baca Juga :   Curhat Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram yang Dianggap Salah oleh Ombudsman

Daya Tarik Tetebatu

Wisata alam menjadi magnet pemikat bagi para traveller lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan di lembah gunung Rinjani ini. Dari Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani yang gagah.

Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi “Hutan Monyet”, disini kita bisa melihat monyet hitam yang memang satwa asli Tetebatu.

Bagi yang hobi blusukan, Tetebatu juga punya tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, coklat, vanili dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan para turis pun bisa ikut menanam bibitnya, jika musim tanam sedang berlangsung.

Dengan mengunjungi Tetebatu, kita juga bisa berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno berusia 200 tahun. Alquran yang konon terbuat dari bahan kayu dan kulit onta ini disebut merupakan asli tulisan tangan.

Alquran kuno ini, disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran ini, kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun temurun.

Dukungan segenap masyarakat sangat dibutuhkan oleh Tetebatu dalam kompetisi UNWTO ini. Selain untuk menumbuhkan rasa kebanggaan, juga sebagai pendorong perekonomian warga sekitar dan juga sebagai upaya memulihkan sektor pariwisata yang mati suri akibat terdampak pandemi covid-19. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Diduga Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi
Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2
Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB