Pelopor.id | World Superbike (WSBK) akan diselenggarakan pada 19-21 November 2021, di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah side events pun digelar, seperti HK Endurance Challenge yang telah terlaksana pada 15-17 Oktober 2021. Kemudian disusul Asia Talent Cup (ATC) pada 12 November 2021, yang rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah acara ini menjadi sinyal positif pulihnya pariwisata Lombok-Sumbawa.
HK Endurance Challenge yang menghadirkan 100 atlet triatlon, menyedot perhatian masyarakat lokal dan wisatawan nusantara. Berdasarkan data kedatangan penumpang di Bandara International Lombok, ada lebih dari 3.000 kunjungan wisatawan nusantara pendukung triatlon yang hadir di Lombok. Dan, event ATC diprediksi akan menghadirkan lebih banyak kunjungan wisatawan.
Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta
“Okupansi hotel mulai menunjukkan pergerakan tingkat keterisian kamar mencapai sekitar 20 persen. Beberapa pekan ke depan terua bergerak naik. Pergerakan tingkat hunian hotel mulai terlihat sejak HKEC digelar,” terang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini.
Wolini melihat, belakangan ini tingkat keterisian hotel (city hotel dan resort) menjadi sinyal positif pemulihan pariwisata Lombok-Sumbawa, sekaligus memacu semangat pengelola industri perhotelan di Lombok.
Baca juga: Festival Dara Ngindang Tanda Bangkitnya sektor Pariwisata
“Kami (anggota PHRI) mulai bergairah lagi. Kami merasa termotivasi lagi untuk berbenah. Ini seiring dengan kondisi pariwisata Lombok-Sumbawa mulai ada tanda-tanda pulih,” katanya.
Selain event ujicoba WSBK, sejumlah agenda MICE juga menghampiri Lombok-Sumbawa. Meski dalam kapasitas terbatas, namun cukup memacu semangat pengelola dan pekerja untuk terus berbenah.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Yusron Hadi melihat tanda pemulihan pariwisata Lombok-Sumbawa sebagai bonus. “Kami bekerja keras dan bersinergi dengan semua pentahelik. Jika kondisi sudah membaik, ini buah dari kerja keras itu. Dan bonus untuk kita semua,” ujar Yusron di Mataram, Minggu (31/10/2021).
Baca juga: Pengamat: Masterplan Pariwisata adalah Peta Jalan Keberhasilan Destinasi
Meski demikian, Yusron mengingatkan agar semua tetap disiplin dan waspada terhadap ancaman Covid-19. Protokol kesehatan (prokes), terutama mengenakan masker, harus menjadi perhatian dalam melayani wisatawan.
“Jangan sampai lalai. Ketika kondisi membaik, kemudian lalai dengan disiplin protokol kesehatan. Ingat kita punya tujuan jangka panjang pariwisata, NTB harus segera pulih. Jangka pendeknya kita sedang menuju persiapan pagelaran MotoGP. Selama ujicoba event berlangsung, jangan lalai,” tegas Yusron. []












