Festival Dara Ngindang Tanda Bangkitnya sektor Pariwisata

0
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021.
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

Pelopor.id – Festival Dara Ngindang ke-2 diselenggarakan di Desa Lendang Belo Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur pada Kamis, 21 Oktober 2021. Sekitar dua ribu ekor burung merpati dilepaskan sebagai simbol dimulainya festival tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Yusron Hadi mengatakan, acara Dara Ngindang dan pagelaran sejumlah event lainnya yang akan dilaksanakan seperti World Superbike (WSBK) dan MotoGP, menandakan sektor Pariwisata sudah mulai bangkit.

Dara Ngindang
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

“Baguslah dan sangat optimis, ada inisiatif-inisiatif dari lokal untuk membantu kita memulihkan pariwisata NTB. Tidak mesti harus dari pemerintah,” tutur Kadispar NTB.

Menurutnya, event-event seperti ini terselenggara untuk membangkitkan sektor wisata. Event Dara Ngindang ke-2 yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Lendang Belo ini, lanjut Yusron Hadi merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dan bisa diikuti oleh Desa Wisata lainnya.

“Saya kira justru luar bisa event seperti ini. Event Dara Ngindang dan yang lainnya masih banyak barang kali dari Desa-Desa Wisata. Pokdarwis yang bisa menginisiasi Festival festival ini bisa sebagai trigger,” ungkapnya.

Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021.
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

Yusron Hadi menegaskan, kegiatan seperti Dara Ngindang bila dilakukan oleh banyak pihak, maka akan menjadi daya pembangkit untuk menarik kunjungan masyarakat lokal untuk berwisata.

Dalam bahasa Sasak (suku di Lombok), Dara Ngindang artinya merpati terbang, melayang. Kata “Ngindang” bisa juga mengandung makna ‘berpetualang’. Dengan kata lain, Sang burung merpati itu berpetualang mengitari desa untuk mencari pasangan hidupnya. Proses ngindang akan sukses saat si burung merpati jantan berhasil membawa pulang merpati betina ke kandangnya.

Dara Ngindang
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi yang hadir dalam acara tersebut menilai, dara ngindang memiliki potensi jual ke wisatawan sebagai sebuah atraksi budaya. Namun menurutnya, masih perlu perbaikan agar sajian event dara ngindang bisa jadi lebih menarik sebagai sebuah sajian wisata.

“Penting untuk dilakukan pembenahan ke depan perihal promosinya, management event-nya dan keterlibatan pentahelik,” kata TR panggilan akrabnya.

Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi dalam wawancara di Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pokdarwis Mandalika ini juga berharap, kegiatan ini bisa berlanjut. Sebab event Dara Ngindang sudah dilakukan dua kali. Artinya, masyarakat melihat bahwa event Dara Ngindang ini sesuatu yang konsisten dan harus dilanjutkan.

“Bayangkan saja dukungan yang serba terbatas tetapi justru kegiatannya luar biasa,” puji Pengamat Pariwisata Nasional ini.

Festival Dara Ngindang bisa menjadi event tingkat Provinsi bahkan bagaimana caranya didorong menjadi Event Nasional. “Ini tinggal diangkat lagi menjadi event di level Provinsi bahkan di level Nasional. Gencarnya media dan gencarnya pentahelix dalam mempromosikan sangat bagus. Ini adalah angin segar bagi kebangkitan pariwisata kita di daerah,” terang Taufan.

Dara Ngindang
Festival Dara Ngindang ke-2 di Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto;Pelopor.id/TR)

Taufan juga berharap, Pemerintah melihat event-event seperti ini sebagai bentuk dorongan kepada pelaku wisata di Desa. Karena hal ini bentuk komitmen masyarakat dan sektor pariwisata akan menggerakkan sektor usaha lainnya yang selanjutnya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

“Eventnya biasa tetapi bisa menjadi luar biasa ketika disitu ada campur tangan, ini harus ditingkatkan dan pemerintah harus hadir. Dan kita berharap bahwa tim yang menggerakkan atau yang menjadi inisiator dari pada kegiatan ini jangan putus asa untuk terus menyampaikan kegiatan ini pada level-level yang lebih tinggi,” tandas TR. []