TikTok Tegaskan Tidak Beri Data Pengguna AS ke Pemerintah China

- Editor

Rabu, 27 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi TikTok. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Ilustrasi TikTok. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id –TikTok menegaskan bahwa mereka tidak memberikan informasi kepada pemerintah China dan telah berusaha melindungi data milik pengguna Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan Eksekutif TikTok di depan Kongres AS pada Selasa, 26 Oktober 2021 waktu setempat.

Kepala kebijakan publik TikTok, Michael Beckerman menjadi eksekutif pertama perusahaan yang muncul di hadapan Kongres dan bersaksi kepada subkomite Komite Perdagangan Senat. Beckerman, secara khusus memang ditekan oleh Partai Republik terkait kekhawatiran mengenai perlindungan data TikTok pada pengguna aplikasi.

“Kami tidak berbagi informasi dengan pemerintah China.”

Tekanan ini disebut Senator Marsha Blackburn lantaran pihaknya prihatin dengan pengumpulan data TikTok, termasuk audio dan lokasi pengguna, serta potensi pemerintah China untuk mendapatkan akses ke informasi tersebut.

TikTok
Ilustrasi – TikTok. (Foto: Pelopor/Pixabay)

“Kami tidak berbagi informasi dengan pemerintah China,” tegas Beckerman menjawab pertanyaan senator seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 27 Oktober 2021.

TikTok juga tidak berafiliasi dengan Beijing ByteDance Technology, lanjut Beckerman. Beijing ByteDance Technology sendiri, merupakan entitas ByteDance di mana pemerintah China mengambil saham dan kursi dewan tahun ini.

Beckerman juga bersaksi, data pengguna TikTok AS disimpan di Amerika Serikat dengan cadangan di Singapura. Bahkan, TikTok bersedia memberikan kebijakan moderasi algoritma aplikasi agar dapat ditinjau oleh para ahli independen.

Dalam sidang yang sama, Senator AS juga menyuarakan keprihatinan bahwa TikTok, YouTube, dan Snapchat memiliki algoritma yang dapat membahayakan kaum muda.

Sementara sebelumnya, Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha melarang TikTok lantaran dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional negeri Paman sam. Tetapi Presiden Joe Biden, mencabut rencana Trump namun dengan peninjauan yang lebih luas terhadap aplikasi yang dikelola oleh asing. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Indonesia Fund Festival 2021 Jaring UKM dan Startup Potensial

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB