Pelopor.id | Hasil survei Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) menunjukkan, Gus Baha meraih 12,4% dalam survei calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengatakan, munculnya Gus Baha dalam survei menunjukkan peningkatan ekspektasi warga nahdiliyin terhadap para kiai muda, seperti dikutip dari detik.com.
Mari kita mengenal sosok Gus Baha.
Berdasarkan informasi dari situs jatim.nu.or.id, Gus Baha memiliki nama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim dan dikenal sebagai salah seorang Rais PBNU. Ia lahir pada 29 September 1970, di Narukan, Rembang, Jawa Tengah, dari pasangan ulama ahli al-Quran, KH Nursalim al-Hafizh, dan Hj Yuchanidz Nursalim.
- Baca juga: Profil Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, Calon Ketua Umum PBNU
- Baca juga: Profil Napoleon Bonaparte yang Diduga Menganiaya Muhammad Kece
Sejak muda, Gus Baha belajar Al-Quran dengan ayahnya. Kemudian beranjak remaja, dia belajar ilmu agama lebih dalam kepada almarhum KH Maemun Zubair atau Mbah Moen di Pondok Pesantren Al-Anwar Karang-mangu, Rembang.
Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang al-Quran. Selain aktif mengaji, ia juga menjabat sebagai Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Ulama kharismatik ini juga disukai karena kesederhanaan dan kerendahan hatinya. Dalam acara Shihab & Shihab yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, ia mengaku tidak memiliki smartphone atau media sosial.
Dia hanya mengandalkan ponsel jadul sederhana untuk bertelepon dan SMS. Hal ini cukup mengagetkan publik karena konten tentang Gus Baha selalu mampu menarik perhatian netizen sampai viral di media sosial. []












