Pelopor.id – Frances Haugen mantan Manajer Produk Facebook, menyebut China dan Iran menggunakan perusahaan tempatnya bekerja dulu untuk melakukan spionase atau kegiatan mata-mata terhadap kelompok atau tokoh-tokoh yang mereka awasi.
“Partisipasi aktif, sebut saja, pemerintah Iran dalam melakukan spionase pada tokoh-tokoh negara lain. Hal ini benar-benar terjadi.”
Kesaksian ini disampaikan Haugen kepada seorang senator Amerika Serikat (AS) tentang penggunaan Facebook oleh pemimpin otoriter atau pemimpin berbasis teroris. Kemudian ia menjawab hal tersebut pasti terjadi dan pihak Facebook sangat sadar akan hal itu.
Saat bekerja di Facebook, Haugen secara langsung mengawasi partisipasi China pada platform tersebut, yang ia sebut mengawasi populasi Uyghur di seluruh dunia.
- Baca juga : WhatsApp, Facebook, & Instagram tumbang 6 Jam Mark Zuckerberg Rugi Rp 85 Triliun
- Baca juga : Fumio Kishida Resmi Menjadi Perdana Menteri Jepang yang Baru
“Partisipasi aktif, sebut saja, pemerintah Iran dalam melakukan spionase pada tokoh-tokoh negara lain. Hal ini benar-benar terjadi,” ucap Haugen yang dikutip dari CNN, Kamis, 7 Oktober 2021.
Haugen menyebut hal tersebut dapat terjadi karena tim penangkal spionase dan terorisme kekurangan staf yang konsisten.[]












