Inggris Menaikkan Tagihan Listrik dan Gas Hingga 80%

- Editor

Sabtu, 27 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Pelopor.id | Jakarta – Inggris mengumumkan kenaikan besar-besaran hingga 80 persen dalam tagihan listrik dan gas, memperburuk krisis biaya hidup secara dramatis sebelum musim dingin.

Regulator Ofgem mengatakan batas harga energinya, yang menetapkan harga untuk konsumen yang tidak memiliki kesepakatan tetap dengan pemasok mereka, pada bulan Oktober akan meningkat menjadi rata-rata 3.549 poundsterling (USD 4.197) per tahun dari saat ini 1.971 poundsterling.

Hal itu salah satunya diperburuk oleh melonjaknya biaya gas grosir, setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Inggris sudah menderita tingkat inflasi tertinggi sejak 1982 dan diperkirakan akan memasuki resesi akhir tahun ini.

“Kami tahu dampak besar kenaikan batas harga ini pada rumah tangga di seluruh Inggris dan keputusan sulit yang harus dibuat konsumen sekarang,” kata pemimpin Ofgem Jonathan Brearley seperti dikutip dari AFP.

Biaya hidup yang merajalela di Inggris telah mendominasi perlombaan untuk menggantikan Perdana Menteri Konservatif Boris Johnson, dengan lawan politik menuduhnya memimpin pemerintahan zombie saat inflasi meningkat.

Baik kandidat terdepan Liz Truss dan pesaing kepemimpinan Rishi Sunak sedang bergulat dengan cara mengatasi krisis.

Konsumen rumah tangga dan bisnis, pemasok energi dan politisi oposisi menuntut pemerintah untuk berbuat lebih banyak.

University of York memprediksi 58 persen rumah tangga di Inggris berisiko mengalami kemiskinan bahan bakar pada tahun depan.

Krisis diprediksi memburuk mulai Januari mendatang, ketika tagihan rata-rata bisa mencapai 5,000 poundsterling menurut sejumlah proyeksi, lantaran Ofgem memperbarui batas setiap tiga bulan.

Pemimpin partai oposisi utama Partai Buruh, Keir Starmer, telah menyerukan pembekuan tagihan energi pada tingkat batas saat ini.

Perdana menteri yang akan keluar, Boris Johnson, telah bersumpah untuk menyerahkan keputusan fiskal besar kepada penggantinya, yang akan diumumkan pada 5 September.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   PM Inggris Pengganti Johnson Bakal Diumumkan 5 September

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:35 WIB

Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:37 WIB

Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:35 WIB

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:55 WIB

Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif

Berita Terbaru

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB