Credit Suisse Terancam Kehilangan USD 500 Juta dalam Kasus Asuransi Jiwa

- Editor

Kamis, 31 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Credit Suisse Terancam Kehilangan USD 500 Juta dalam Kasus Asuransi Jiwa. (Foto: Pelopor.id/credit-suisse.com)

Credit Suisse Terancam Kehilangan USD 500 Juta dalam Kasus Asuransi Jiwa. (Foto: Pelopor.id/credit-suisse.com)

Jakarta | Pengadilan Bermuda memutuskan mendukung mantan Perdana Menteri Georgia Bidzina Ivanishvili dan keluarganya dalam melawan cabang asuransi jiwa lokal Credit Suisse. Atas putusan itu, Credit Suisse menghadapi kenyataan harus membayar kepada Ivanishvili secara substansial lebih dari USD 500 juta atau setara Rp 7,1 triliun (kurs Rp 14.360 per USD).

Melansir Reuters, pengadilan mengatakan bahwa Ivanishvili dan keluarganya mengalami kerugian akibat penipuan yang dilakukan oleh mantan penasihat Credit Suisse, Pascale Lescaudron.

Ketua Mahkamah Agung Narinder Hargun dari Bermuda mengatakan bahwa CS Life tidak mengambil tindakan yang memadai untuk mencegah salah urus rekening polis yang curang oleh Lescaudron, lantaran lebih memprioritaskan pendapatan yang dihasilkan Lescaudron untuk Credit Suisse daripada kepentingan kliennya.

Meski demikian, bank investasi asal Swiss itu telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menggambarkan optimisme dan semangat dari pihak Credit Suisse Life Bermuda bahwa penghakiman belum final dan mempertimbangkan pengajuan banding.

Ivanishvili adalah klien Credit Suisse sejak 2005 hingga 2015. Ia menuduh Lescaudron yang ditunjuk menangani investasinya pada 2006, telah memalsukan perdagangan yang menyebabkan kerugian ratusan juta.

Pada 2018, Lescaudron dihukum oleh pengadilan Swiss akibat memalsukan tanda tangan mantan klien selama periode delapan tahun, termasuk Ivanishvili. Credit Suisse pun diakui sebagai korban kegiatan ilegal yang disembunyikan Lescaudron.

Kemudian, Lescaudron mengaku memalsukan perdagangan dan menyembunyikan kerugian sebagai bagian dari skema multi-juta dolar dan dijatuhi hukuman penjara, sebelum akhirnya ia bunuh diri pada 2020.

Juru bicara Ivanishvili mengatakan bahwa Ivanishvili juga akan mencari tindakan hukum terhadap Credit Suisse di Singapura, di mana bisnis kepercayaan mengadopsi taktik yang sama untuk menghindari tanggung jawab. Ivanishvili mencari tambahan USD 300 juta dalam kasus Singapura yang akan diadili pada September nanti.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pedagang Pasar Surakarta Janji Bantuan dari Kemensos akan Dipakai untuk Modal Usaha

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru