Ibu Penembak Shinzo Abe Sumbangkan 100 Juta Yen ke Gereja

- Editor

Sabtu, 16 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: Pelopor.id/kremlin.ru)

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: Pelopor.id/kremlin.ru)

Pelopor.id | Jakarta – Ibu dari Tetsuya Yamagami, penembak mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe, menyumbangkan sekitar 100 juta yen (Rp 10,8 miliar) ke Gereja Unifikasi. Hal itu diungkapkan oleh paman Yamagami, Jumat (15/07/2022).

Sumbangan itu termasuk sekitar 60 juta yen dari pembayaran asuransi jiwa atas kematian ayah Yamagami. Sedangkan 40 juta yen lainnya untuk Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Penyatuan Dunia, yang dikenal luas sebagai Gereja Unifikasi, berasal dari penjualan real estat keluarganya.

Yamagami mengatakan kepada penyelidik bahwa dia yakin Abe terkait dengan gereja itu dan dia membenci organisasi tersebut, karena sumbangan ibunya telah merusak keuangan keluarganya.

Ibu Yamagami terus menyumbangkan uang, bahkan setelah bangkrut pada tahun 2002, kata paman Yamagami, yang terus mendukungnya secara finansial selama bertahun-tahun.

Pamannya mengatakan kesulitan keuangan keluarga telah membuat Yamagami harus berhenti kuliah. Setelah menyerah di perguruan tinggi, Yamagami berusaha menjadi petugas pemadam kebakaran, namun gagal akibat rabun jauh.

Sebagai anggota Pasukan Bela Diri Maritim pada tahun 2005, Yamagami mencoba bunuh diri karena dia ingin saudara laki-laki dan perempuannya mendapat manfaat dari pembayaran asuransi jiwa, kata pamannya.

Gereja Unifikasi di masa lalu telah menjadi subyek dari serangkaian keluhan yang mengklaim bahwa gereja itu memaksa orang untuk membeli pot dan segel yang mahal. Gereja juga mendorong orang percaya untuk menyumbangkan 10% dari pendapatan mereka, menurut situs web Jepangnya.

“(Mantan perdana menteri) Nobusuke Kishi mengundang gereja (ke Jepang dari Korea Selatan). Jadi saya membunuh (cucunya) Abe,”kata Yamagami, menurut sumber investigasi seperti dikutip dari Kyodo News.

Yamagami menembak Abe pada 8 Juli, ketika Abe menyampaikan pidato singkat di kota barat Nara. Yamagami ditangkap di tempat kejadian di mana polisi menemukan senjata rakitan.

Baca Juga :   Pembangkit Nuklir Ukraina Sempat Terputus, Pertama dalam Sejarah

Gereja Unifikasi, didirikan di Korea Selatan pada tahun 1954 oleh Sun Myung Moon dan dikenal dengan pernikahan kelompoknya, memiliki reputasi kontroversial di Jepang, dan memiliki sekitar 600.000 pengikut. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB