Bank Sentral Tiongkok Perketat Aturan Bisnis Kartu Kredit

- Editor

Sabtu, 9 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kartu kredit. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/yannickmcosta)

Ilustrasi kartu kredit. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/yannickmcosta)

Pelopor.id | Jakarta – People’s Bank of China yang merupakan bank sentral Tiongkok, bersama regulator perbankan negara itu memperketat aturan bagi industri kartu kredit yang memiliki nilai pasar USD 1,3 triliun. Kini, para pemberi pinjaman diminta mengadopsi strategi pertumbuhan yang bijaksana dan memantau risiko lebih dekat.

Tak hanya itu, Tiongkok juga melarang bank menggunakan jumlah kartu yang diterbitkan atau pangsa pasar sebagai metrik kinerja utama, dan wajib membatasi jumlah kartu yang tidak aktif sebesar 20% dari total kartu beredar.

“Bisnis kartu kredit Tiongkok telah berkembang pesat, memainkan peran kunci dalam memfasilitasi pembayaran dan konsumsi. Namun, baru-baru ini, beberapa bank terlihat lemah dalam manajemen risiko,” kata Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi Tiongkok dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Reuters.

Data People’s Bank of China menunjukkan, pada akhir 2021, industri perbankan di Tiongkok telah mengeluarkan total 800 juta kartu kredit, dengan nilai pinjaman yang belum dibayar mencapai 8,62 triliun yuan atau setara USD 1,29 triliun. Sekitar 1% dari total pinjaman itu sudah jatuh tempo selama enam bulan atau lebih.

Aturan baru ini mewajibkan bank memperketat pengawasan atas pinjaman kartu kredit, dan memperkuat kendali manajemen risiko. Aturan itu juga meminta bank menyiapkan sistem untuk memantau, mengidentifikasi, mengingatkan dan mencegah penyalahgunaan dalam bisnis kartu kredit.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   HSBC Tinggalkan Rusia dengan Melepas Bisnisnya ke Expobank

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB