Inggris Setujui Permintaan AS Ekstradisi Julian Assange

- Editor

Sabtu, 18 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri WikiLeaks Julian Assange. (Foto: Pelopor.id/Twitter @wikileaks)

Pendiri WikiLeaks Julian Assange. (Foto: Pelopor.id/Twitter @wikileaks)

Jakarta | Inggris menyetujui permintaan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengekstradisi pendiri WikiLeaks Julian Assange, untuk diadili atas publikasi file militer rahasia, yang memicu kemarahan dari para pendukungnya.

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel mengatakan, Assange memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut, yang muncul setelah pengadilan Inggris mengeluarkan perintah resmi yang menghapus pemecatannya pada bulan April.

Pendukung Assange telah sering mengadakan rapat umum untuk memprotes rencana deportasi dalam apa yang mereka klaim sebagai pembelaan kebebasan media dan kebebasan berbicara.

Istri Julian Assange, Stella, telah memohon pembebasan suaminya dari tahanan setelah mereka memiliki dua anak secara rahasia, dia bersembunyi selama bertahun-tahun di kedutaan Ekuador di London.

WikiLeaks menyebut keputusan Patel sebagai hari gelap bagi kebebasan pers dan demokrasi Inggris dan berjanji akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

“Julian tidak melakukan kesalahan. Dia tidak melakukan kejahatan dan bukan penjahat. Dia adalah jurnalis dan penerbit, dan dia dihukum karena melakukan pekerjaannya,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP.

WikiLeaks menyebut kasus ini politis, lantaran Assange menerbitkan bukti bahwa AS melakukan kejahatan perang dan menutupinya. Ekstradisi disebut sebagai upaya untuk mencoba menghilangkan Assange ke dalam ceruk tergelap sistem penjara mereka selama sisa hidupnya untuk mencegah orang lain meminta pertanggungjawaban pemerintah.

“Jika ekstradisi berlanjut, Amnesty International sangat khawatir Assange menghadapi risiko tinggi kurungan isolasi berkepanjangan, yang akan melanggar larangan penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya,” kata Kepala Amnesty International Agnes Callamard.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pendiri WikiLeaks Julian Assange Menikah di Penjara

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru