Jeritan Rakyat Kazakhstan Saat Demo: ‘Negara Seperti Perusahaan Swasta Milik Keluarga Nazarbayevs’

0
Kazakhstan
Aksi demo warga Kazakhstan protes kenaikan LPG berujung Kondisi Darurat Nasional.(Foto: Pelopor.id/AFP/abdulaziz madyarov)

Pelopor.id – Rakyat Kazakhstan yang berunjuk rasa pada tahun baru lalu berteriak: “Pak Tua, sudah lah!”. Rupanya teriakan ini, bukan ditujukan kepada Presiden Kassym-Jomart Tokayev. Tokoh berusia 68 tahun yang pada akhir pekan lalu memerintahkan tembak di tempat kepada para perusuh.

Ternyata, teriakan tersebut di alamatkan kepada Nursultan Nazarbayev, pria berusia 81 tahun yang menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Tokayev pada 2019 setelah lebih dari seperempat abad berkuasa.

Demo BBM Ricuh, Presiden Kazakhstan Tetapkan Masa Darurat-Bubarkan Kabinet

Sejak Kazakhstan jatuh ke dalam kekacauan pekan lalu atau saat rakyat menggeruduk kantor walikota Almaty, Nazarbayev belum kelihatan di muka umum. Pada saat pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa dan polisi. Adapun aksi demonstrasi saat itu menolak kenaikan harga gas elpiji untuk bahan bakar mobil.

Kini, bagi sebagian besar penduduk Almaty, kota terbesar di negara Muslim Asia Tengah kaya minyak yang dihuni 1,8 juta jiwa itu, Nazarbayev dianggap sebagai penghasut dan pemecah belah. Sebelumnya, ia memandang dirinya sebagai sosok pemersatu bangsa.

“Kazakhstan sudah seperti menjadi perusahaan swasta milik keluarga Nazarbayevs!” seru Saule, warga Almaty berusia 58 tahun di lokasi kerusuhan seperti dikutip dari AFP.

Militer Kazakhstan dan pasukan dari Organisasi Pakta Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia, telah mengamankan objek-objek vital sejak pecahnya kerusuhan. Sementara di kota lainnya, yakni Taldykorgan, para pengunjuk rasa menumbangkan patung Nazarbayev yang dulunya disebut sebagai bukti kemurkaan rakyat Kazakhstan. []