India dan Tiongkok Kini Jadi Pembeli Utama Minyak Rusia

- Editor

Senin, 13 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal tanker minyak. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Freiheitsjunkie)

Ilustrasi kapal tanker minyak. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Freiheitsjunkie)

Jakarta | India dan Tiongkok kini menjadi pembeli utama minyak Rusia, ketika negara itu sedang berjuang menghadapi sanksi dari Barat akibat melancarkan invasi ke Ukraina.

Saat ini, Rusia menjual minyaknya dengan harga diskon USD 30 hingga USD 35 per barel. Harga itu lebih murah dari minyak mentah Brent dan minyak internasional lainnya yang kini diperdagangkan sekitar USD 120 per barel.

Perusahaan data komoditas Kpler mencatat, sepanjang tahun ini, India telah menghabiskan hampir 60 juta barel minyak Rusia.

“Orang-orang menyadari bahwa India adalah pusat penyulingan, menerimanya dengan harga yang begitu murah, memurnikannya dan mengirimkannya sebagai produk bersih karena mereka dapat membuat margin yang kuat untuk itu,” ungkap analis utama Kpler Matt Smith seperti dikutip dari AP News.

Centre for Research on Energy and Clean Air yang berbasis di Finlandia menyebutkan, ada sekitar 30 kapal tanker Rusia yang memuat minyak mentah menuju pantai India, menurunkan sekitar 430.000 barel per hari pada Mei lalu. Jumlah itu meningkat dari periode Januari-Maret yang hanya 60.000 barel.

Demikian juga dengan Tiongkok yang telah menambah pembeliannya atas minyak Rusia. Tahun lalu, Tiongkok telah menjadi pembeli tunggal terbesar minyak Rusia, dengan rata-rata mencapai 1,6 juta barel per hari.

Negara tersebut meningkatkan impornya tahun ini, setidaknya dapat membantu Pemerintah Rusia mencatat surplus transaksi hingga USD 96 miliar dari Januari-April.

Kpler menilai, minyak mentah mengalir lebih lancar ke Asia lantaran pengiriman minyak Ural ke sebagian besar Eropa telah dipotong. India pun telah menjadi pembeli utama, yang disusul Tiongkok. Laporan pelacakan kapal menunjukkan Turki adalah tujuan utama berikutnya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Jokowi: Dampak Perang di Ukraina Harga Roti dan Mie Instan Bisa Naik

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7

Rabu, 5 November 2025 - 23:33 WIB

Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:19 WIB

WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Sabtu, 27 September 2025 - 17:32 WIB

Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Jumat, 5 September 2025 - 16:06 WIB

Perkuat Keamanan Digital Lewat SATSPAM, Indosat IM3 Hadir di Pestapora 2025

Selasa, 2 September 2025 - 18:58 WIB

Honest Card Tawarkan Inovasi Fintech untuk Kredit Aman dan Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:07 WIB

Spam dan Scam Meningkat, Provider Tri Indonesia Perkuat Perlindungan Digital Pelanggan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Indosat IM3 Hadirkan SATSPAM, Fitur Keamanan Digital Tanpa Ribet

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB