Industri Sawit Malaysia Tolak Pesanan Akibat Kekurangan SDM

- Editor

Senin, 13 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelapa sawit. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/tristantan)

Kelapa sawit. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/tristantan)

Jakarta | Kekurangan pekerja, terutama pekerja asing, membuat industri kelapa sawit Malaysia terpaksa menolak pesanan.

Awalnya, kekurangan pekerja terjadi akibat pembatasan imigrasi terkait pandemi. Namun, Malaysia tetap belum melihat tanda-tanda pengembalian pekerja migran dari agensi terkait, meski pembatasan sudah dicabut.

Hal itu salah satunya dipicu oleh alotnya persetujuan pemerintah dan negosiasi dengan Bangladesh dan Indonesia mengenai perlindungan pekerja.

Malaysia termasuk pemain utama dalam industri minyak sawit global, dan hingga kini masih sangat bergantung pada pekerja asing. Pasalnya, penduduk setempat cenderung menjauhi sektor pabrik dan perkebunan yang dianggap kotor, berbahaya dan sulit.

“Meskipun ada optimisme yang lebih besar dalam prospek dan peningkatan penjualan, beberapa perusahaan sangat terhambat dalam kemampuan mereka untuk memenuhi pesanan,” kata presiden Federasi Produsen Malaysia Soh Thian Lai, seperti dikutip dari Reuters.

Jika kondisi ini berlarut, dikhawatirkan akan mengancam pemulihan ekonomi negara pasca-pandemi.

Disebutkan bahwa industri minyak kelapa sawit menyumbang 5% bagi perekonomian Malaysia. Industri ini bisa kehilangan sekitar 3 juta ton kelapa sawit siap panen tahun ini akibat tidak ada yang memetik hingga busuk di pohon. Jika ditaksir, kerugiannya bisa mencapai lebih dari USD 4 miliar.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Filipina Dilanda Peningkatan Infeksi Covid dan Demam Berdarah

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:35 WIB

Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:37 WIB

Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:35 WIB

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:55 WIB

Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif

Berita Terbaru

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB