Merkel Tak Menyesali Warisan Kebijakannya Terhadap Rusia

- Editor

Rabu, 8 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: Pelopor.id/Twitter @CDUMerkel)

Mantan kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: Pelopor.id/Twitter @CDUMerkel)

Jakarta | Mantan kanselir Jerman Angela Merkel membela kebijakan penahanannya selama bertahun-tahun terhadap Rusia, dengan mengatakan dia tidak perlu meminta maaf, bahkan ketika perang Rusia-Ukraina menghapus warisannya.

Dalam wawancara besar pertamanya sejak mengundurkan diri enam bulan lalu, Merkel bersikeras bahwa dia tidak naif dalam berurusan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Diplomasi tidak salah hanya karena tidak berhasil,” kata Merkel dalam wawancara yang disiarkan di saluran berita Phoenix.

Dia mengingat dukungannya terhadap sanksi ekonomi terhadap Rusia atas pencaplokan Krimea tahun 2014, dan upaya Jerman-Prancis untuk menjaga proses perdamaian Minsk untuk Ukraina tetap hidup.

“Saya tidak melihat bahwa saya harus mengatakan ‘itu salah’ dan itulah mengapa saya tidak perlu meminta maaf,” kata mantan rektor konservatif itu.

Merkel pun mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah menandai titik balik.

“Tidak ada pembenaran apa pun untuk perang agresi yang brutaldan ilegal”, ujar Merkel seraya menambahkan bahwa Putin telah membuat kesalahan besar.

“Dia ingin menghancurkan Eropa. Sangat penting bagi Uni Eropa untuk tetap bersatu sekarang,” ujar Merkel seperti dilansir dari AFP.

Namun Merkel menepis kritik bahwa dia telah salah dengan menghalangi Ukraina bergabung dengan NATO pada 2008, dengan mengatakan bahwa saat itu belum siap dan dia ingin menghindari eskalasi lebih lanjut dengan Putin, yang sudah marah tentang perluasan aliansi militer ke arah timur.

Merkel juga bersikeras bahwa pakta perdamaian Minsk 2014-2015, yang kini compang-camping, pada saat itu dipandang sebagai taruhan terbaik untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur antara separatis pro-Rusia dan tentara Ukraina.

Menurut Merkel, proses perdamaian membawa ketenangan yang memberi Ukraina tujuh tahun ekstra untuk berkembang sebagai negara demokrasi dan memperkuat militernya. Ia pun mengaku sangat menghormati Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Baca Juga :   Turki Beli Gas dari Rusia dengan Mata Uang Rubel

Namun Merkel bersikeras bahwa tidak ada cara untuk menghindari berurusan dengan Putin karena Rusia, seperti Tiongkok, terlalu besar untuk diabaikan.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB