Jakarta | Militer Kanada menuduh pilot angkatan udara Tiongkok berperilaku tidak profesional dan berisiko selama pertemuan mereka baru-baru ini di wilayah udara internasional.
Pesawat Kanada yang terlibat dikerahkan di Jepang sebagai bagian dari upaya multinasional untuk menegakkan sanksi PBB terhadap Korea Utara, yang telah menghadapi hukuman internasional atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya.
Angkatan Bersenjata Kanada mengatakan bahwa Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat “tidak mematuhi norma-norma keselamatan udara internasional” pada beberapa kesempatan.
“Interaksi ini tidak profesional dan/atau membahayakan keselamatan personel (Angkatan Udara Kerajaan Kanada),” tulis pernyataan militer Kanada seperti dikutip dari AFP.
Disebutkan juga bahwa dalam beberapa kasus, kru Kanada harus dengan cepat mengubah jalur penerbangan mereka untuk menghindari potensi tabrakan dengan pesawat yang mencegat.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa interaksi seperti itu di wilayah udara internasional selama misi yang disetujui PBB menjadi lebih sering, dan kejadian ini juga telah ditangani melalui jalur diplomatik.
Sebelumnya, intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Korea Utara tampaknya sedang mempersiapkan uji coba nuklir pertamanya sejak 2017.
AS pun pada Kamis (02/06/2022) memaksakan pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB tentang sanksi yang lebih keras, setelah Korea Utara melakukan serangkaian peluncuran roket termasuk rudal balistik antarbenua, menurut pejabat AS dan Korea Selatan.
AS mengatakan uji coba tersebut merupakan pelanggaran berani terhadap resolusi bulat PBB pada 2017 yang memperingatkan konsekuensi lebih lanjut untuk uji coba rudal jarak jauh atau senjata nuklir.
Namun Tiongkok dan Rusia memveto resolusi tersebut, dengan mengatakan bahwa sanksi baru akan kontraproduktif dan meningkatkan ketegangan. Seperti diketahui, Tiongkok merupakan sekutu utama Korea Utara, dan Rusia pun hubungannya dengan Barat telah memburuk akibat invasi Ukraina.
Pada Juni 2019, dua kapal angkatan laut Kanada “didengungkan” oleh jet tempur Tiongkok ketika mereka berlayar melalui Laut Tiongkok Timur. Kapal-kapal tersebut telah dibayangi oleh sejumlah kapal dan pesawat Tiongkok saat mereka transit melalui wilayah maritim.[]












