Mulai 21 Juni, AS Terapkan Larangan Impor Barang dari Xinjiang

- Editor

Jumat, 3 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/RoadTripGuys)

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/RoadTripGuys)

Jakarta | Amerika Serikat (AS) menyatakan siap menjalankan larangan impor dari wilayah Xinjiang, Tiongkok, ketika Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uyghur (UFLPA) mulai berlaku pada bulan ini.

Beberapa anggota parlemen AS telah mendukung permintaan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) untuk anggaran lebih untuk menerapkan ketentuan tersebut secara efektif, yang mulai berlaku pada 21 Juni.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden pada Desember menandatangani UFLPA dalam upaya melindungi pasar AS dari produk yang berpotensi tercemar oleh pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

UU itu mencakup praduga yang dapat dibantah bahwa semua barang dari Xinjiang, di mana pihak berwenang Tiongkok mendirikan kamp penahanan untuk Uyghur dan kelompok Muslim lainnya, dibuat dengan kerja paksa, dan melarang impor mereka kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.

Mengutip Reuters, awalnya Beijing menyangkal tentang kamp penahanan, namun kemudian mengakui telah mendirikan pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk mengekang apa yang disebutnya sebagai terorisme, separatisme dan radikalisme agama di Xinjiang.

Direktur eksekutif pelaksana CBP untuk Gugus Tugas Implementasi UFLPA Elva Muneton mengatakan, importir akan memiliki opsi untuk mengekspor kembali kargo yang dilarang ke negara asal, dan setiap pengecualian atas anggapan tersebut harus diberikan oleh komisaris CBP dan dilaporkan ke Kongres.

“Penting untuk diketahui bahwa tingkat bukti yang diperlukan oleh tindakan Uyghur sangat tinggi. Ini akan membutuhkan dokumentasi, bukti yang jelas dan meyakinkan, bahwa rantai pasokan produk yang diimpor bebas dari kerja paksa,” kata Muneton.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Wakil Presiden AS Kamala Harris Dinyatakan Positif Covid-19

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru