Jakarta | Para pemimpin Uni Eropa (UE) pada Senin malam sepakat untuk melarang lebih dari dua pertiga impor minyak Rusia, memperketat sekrup ekonomi di negara itu, bahkan ketika pasukan Rusia memperoleh keuntungan di wilayah Donbas timur di Ukraina yang dilanda perang.
Kesepakatan kompromi, yang dimaksudkan untuk menghukum Rusia atas invasinya tiga bulan lalu, memotong sumber pembiayaan yang sangat besar untuk mesin perangnya.
“Tekanan maksimum pada Rusia untuk mengakhiri perang,” cuit kepala Dewan Eropa Charles Michel.
Michel mengumumkan bahwa perjanjian itu juga mencakup rencana bagi UE untuk mengirim 9 miliar euro dalam likuiditas langsung ke Kyiv, Ukraina.
Berbicara di KTT Uni Eropa melalui tautan video, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendesak UE untuk mengakhiri pertengkaran internal dan mendorong lebih banyak sanksi bagi Rusia.
“Sudah saatnya Anda tidak terpisah, bukan pecahan, tapi satu kesatuan,” kata Zelensky.
Ketika Eropa mengumumkan tekanannya pada Rusia, Amerika Serikat (AS) mengambil garis hati-hati mengenai persenjataan untuk Ukraina.
Presiden AS Joe Biden mengatakan tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang dapat menghantam wilayah Rusia, meskipun ada permintaan mendesak dari Ukraina untuk senjata semacam itu dan bantuan militer AS yang luas sejak perang dimulai.
“Kami tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang dapat menyerang Rusia,” ujar Biden seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Ukraina telah menerima bantuan militer yang ekstensif dari AS, dengan legislator menyetujui paket bantuan lain senilai USD 40 miliar pada Mei.
Komentar Biden muncul ketika duta besar baru AS untuk Ukraina, Bridget Brink, tiba di Kyiv untuk mengisi posisi yang kosong sejak 2019.[]












