Presiden Terpilih Filipina Bahas Kesepakatan Pertahanan dengan Utusan AS

- Editor

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr. (Foto: Pelopor.id/Twitter @bongbongmarcos)

Presiden terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr. (Foto: Pelopor.id/Twitter @bongbongmarcos)

Jakarta | Presiden terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan bahwa dia membahas perpanjangan perjanjian militer bersama dengan utusan pertahanan sekutu Amerika Serikat (AS), setelah pertemuan dengan diplomat senior dari empat negara.

Duta Besar Jepang, India dan Korea Selatan serta Kuasa Usaha AS melakukan kunjungan kehormatan pada Senin (23/05/2022) kepada Marcos, putra dan senama mendiang diktator terkenal Filipina, menyusul kemenangan telaknya dalam pemilihan umum bulan ini.

Marcos yang menjabat pada akhir Juni, mengatakan dia berdiskusi dengan utusan AS tentang Perjanjian Pasukan Kunjungan atau the Visiting Forces Agreement (VFA) dan bagaimana itu akan didefinisikan ulang di tengah lanskap regional yang berubah, ditambah pendanaan untuk mitigasi perubahan iklim.

“Kami akan menyambut bantuan apa pun untuk ekonomi yang bisa kami dapatkan dari Amerika Serikat,” kata Marcos seperti dilansir dari Reuters.

VFA, yang menyediakan kerangka hukum di mana pasukan AS dapat beroperasi di tanah Filipina, adalah rebutan bagi Presiden petahana Rodrigo Duterte, yang berulang kali mengancam akan membatalkannya.

“Kekhawatiran keamanan tentu saja selalu menjadi bagian besar dari hubungan kami dengan Amerika Serikat,” kata Marcos.

Marcos juga membahas proyek bantuan dengan duta besar Jepang, keuangan mikro dengan India dan Korea Selatan, teknologi informasi, keamanan regional dan kemungkinan pengaktifan kembali pembangkit nuklir bekas.

Pabrik itu dimaksudkan oleh mendiang ayahnya untuk menjadi bagian dari warisan modernisasi ekonominya, namun terhenti setelah penggulingannya dalam pemberontakan kekuatan rakyat 1986, dua tahun setelah selesai.

Di sisi lain, analis memprediksi Marcos akan menjalin hubungan dekat dengan Tiongkok, yang dapat memperumit hubungan dengan bekas kekuatan kolonial Washington, militernya, dan publik Filipina, yang populer dengan AS.

Baca Juga :   TikTok Tegaskan Tidak Beri Data Pengguna AS ke Pemerintah China

Pekan lalu, Marcos telah berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengatakan ingin hubungan bilateral beralih ke tingkat yang lebih tinggi.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru