Jakarta | Coca-Cola Co. akan memperkenalkan kemasan yang membuat tutup plastik tetap terikat pada botol saat dibuka, untuk memudahkan konsumen mendaur ulang kemasan minuman secara keseluruhan.
Tutup berengsel mulai diluncurkan pekan ini pada botol 1,5 liter Fanta, Coca-Cola Zero Sugar dan Diet Coke di Skotlandia. Kemudian semua botol plastik di seluruh merek Coca-Cola akan mengadopsi desain baru di Inggris pada tahun 2024.
“Tutup botol plastik dapat didaur ulang tetapi sering hilang, dibuang atau berakhir sebagai sampah. Desain baru bertujuan untuk mengurangi itu,” kata Coca-Cola dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The Wall Street Journal.
Desain tersebut merupakan bagian dari strategi Coca-Cola untuk membantu menciptakan ekonomi sirkular untuk produk plastiknya, di tengah regulasi dan seruan untuk mengurangi jumlah kemasan plastiknya yang berakhir di tempat pembuangan sampah dan tempat lain.
“Coca-Cola akan bekerja dengan mitra pembotolan untuk akhirnya fase desain ke jalur produksi di seluruh Eropa,” kata juru bicara perusahaan.
Coca-Cola menyatakan memiliki tanggung jawab membantu memecahkan apa yang disebutnya masalah plastik dunia dan telah mengumumkan rencana menggunakan setidaknya 50% bahan daur ulang dalam kemasannya pada 2030.
Perusahaan tersebut juga berencana membuat kemasannya 100% dapat didaur ulang pada 2025 sebagai bagian dari program lingkungan Dunia Tanpa Limbah yang telah diperkenalkan sejak 2018.
Coca-Cola pertama kali menguji tutup terpasang di Spanyol pada 2021 dalam program percontohan, ketika arahan Uni Eropa (UE) tentang plastik sekali pakai mulai berlaku.
Dalam arahan itu disebutkan bahwa wadah minuman plastik sekali pakai diizinkan di UE, namun mulai 2024, botol harus mengurangi penyebaran tutup wadah dan tutup yang terbuat dari plastik ke lingkungan melalui desain seperti tutup berengsel.
Inggris sejak bulan lalu juga telah menerapkan pajak untuk kemasan plastik yang tidak mengandung setidaknya 30% plastik daur ulang. Retribusi juga berlaku untuk bahan impor.[]












